
Latestbontang.co,BONTANG – Masa jeda sekolah pasca ujian disebut memiliki keterkaitan dengan meningkatnya kerawanan kecelakaan yang melibatkan pelajar di Kota Bontang.
Sekretaris Disdikbud Kota Bontang, Saparuddin, mengungkapkan pengamatannya bahwa banyak insiden yang melibatkan pelajar terjadi pada rentang Mei hingga Juli.
Periode tersebut bertepatan dengan masa transisi usai ujian akhir sebelum siswa resmi lulus atau memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Menurutnya, minimnya aktivitas terstruktur pada masa itu membuat sebagian pelajar memiliki lebih banyak waktu luang tanpa pengawasan optimal.
“Saya mencermati, banyak kejadian yang melibatkan pelajar terjadi pada masa-masa transisi ini. Ini perlu menjadi perhatian serius,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Ia mengatakan kondisi tersebut bukan semata kebetulan, melainkan berkaitan dengan berkurangnya kontrol dari sekolah.
Saat kegiatan belajar sudah selesai, sebagian siswa tetap datang ke sekolah tanpa aktivitas jelas atau justru menghabiskan waktu di luar rumah.
“Ketika sekolah sudah selesai tapi belum ada kepastian aktivitas berikutnya, anak-anak ini berada di ruang yang rawan kalau tidak diarahkan,” katanya.
Saparuddin menilai perlu ada evaluasi terhadap pola pengisian masa tunggu agar siswa tetap memiliki rutinitas positif.
“Harus ada alternatif kegiatan. Kalau tidak, anak-anak bisa kehilangan arah dan berpotensi terlibat hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelasnya.
Oleh karena itu, dirinya mengajak seluruh pihak, terutama orang tua, untuk lebih waspada selama masa transisi berlangsung.
“Begitu masa belajar selesai, justru pengawasan jangan sampai ikut selesai. Di sinilah orang tua harus hadir lebih kuat,” tutupnya.




