Latestbontang.com,BONTANG – Upaya membangun budaya siaga bencana terus dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang. Tidak hanya berfokus pada pelayanan perizinan, instansi ini juga memperkuat sistem keselamatan gedung melalui penyediaan jalur evakuasi bagi pegawai maupun masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari mitigasi risiko untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya keadaan darurat seperti kebakaran, gempa bumi, maupun bencana lain yang mengharuskan seluruh penghuni gedung segera meninggalkan area.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan jalur evakuasi telah disiapkan sebagai akses khusus agar proses penyelamatan dapat berlangsung cepat dan tertib.
“Kami memfungsikan tangga di sebelah kiri dari pintu masuk sebagai jalur evakuasi agar mereka yang berada di lantai atas bisa turun dengan cepat apabila terjadi keadaan darurat,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, keberadaan jalur evakuasi menjadi salah satu unsur penting dalam sistem tanggap darurat di lingkungan perkantoran. Jalur tersebut dirancang agar tetap mudah diakses serta bebas dari berbagai hambatan yang dapat mengganggu proses penyelamatan.
Selain mempercepat perpindahan penghuni gedung menuju titik aman, jalur evakuasi juga memudahkan petugas penanganan darurat menjalankan tugasnya apabila sewaktu-waktu diperlukan tindakan penyelamatan.
Aspiannur menjelaskan bahwa seluruh pegawai telah mendapatkan pembekalan mengenai prosedur evakuasi, termasuk melalui simulasi berkala agar memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
Melalui latihan tersebut, pegawai tidak hanya mampu menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga dapat membantu mengarahkan masyarakat yang sedang mengurus perizinan agar keluar dari gedung secara aman tanpa menimbulkan kepanikan.
Ia berharap seluruh pengguna layanan dapat mematuhi petunjuk yang telah disediakan apabila keadaan darurat terjadi. Dengan mengikuti arahan petugas dan tidak saling berdesakan, proses evakuasi dapat berlangsung lebih cepat sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan. (Ra)




