Advertorial

SMPN 3 Bontang Fokus Satu Tim Pantomim di FLS3N Kota

Latestbontang.co,BONTANG – SMP Negeri 3 Bontang memilih memusatkan perhatian pada pembinaan satu tim pantomim untuk mengikuti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Bontang tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi sekolah agar proses latihan dan pendampingan peserta dapat dilakukan secara lebih intensif sehingga penampilan yang ditampilkan saat perlombaan benar-benar matang.

Meski regulasi FLS3N memberikan kesempatan bagi sekolah untuk mengirimkan lebih dari satu kelompok pada cabang lomba tertentu, SMPN 3 Bontang memutuskan untuk memaksimalkan potensi satu tim yang dinilai memiliki kesiapan dan komitmen tinggi. Tim tersebut beranggotakan dua siswa dari kelas 7F yang selama beberapa bulan terakhir menjalani pembinaan khusus.

Wakil Kepala SMPN 3 Bontang, Rahayu Novita, mengatakan keputusan tersebut bukan tanpa pertimbangan. Sekolah menilai fokus pada satu tim akan membuat proses pembinaan lebih efektif, baik dari sisi teknis, penguasaan materi, hingga pendalaman karakter yang akan ditampilkan dalam pertunjukan pantomim.

“Kami ingin benar-benar fokus membina satu tim supaya penampilannya lebih siap saat lomba,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, persiapan yang dilakukan sekolah sudah dimulai sejak awal tahun. Kedua siswa peserta pantomim secara rutin mengikuti latihan yang dipandu oleh pelatih profesional dari luar sekolah. Kehadiran pelatih eksternal tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman dan teknik yang lebih mendalam kepada siswa, terutama dalam mengolah ekspresi, gerak tubuh, serta penyampaian pesan tanpa dialog.

Sekolah juga mengalokasikan anggaran pembinaan untuk mendukung proses latihan tersebut. Dukungan itu diberikan agar peserta memperoleh pendampingan yang optimal dan mampu bersaing dengan peserta dari sekolah lain di tingkat kota.

Dalam FLS3N tahun ini, tim pantomim SMPN 3 Bontang mengangkat tema pelestarian lingkungan laut dan pesisir dari ancaman sampah. Tema tersebut dipilih mengacu pada petunjuk teknis nasional yang telah ditetapkan panitia penyelenggara. Melalui pertunjukan tanpa kata, para siswa akan menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan laut sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Rahayu menjelaskan tema tersebut sangat relevan dengan kondisi daerah pesisir seperti Bontang yang memiliki hubungan erat dengan laut. Karena itu, sekolah optimistis pesan yang disampaikan melalui pertunjukan akan mudah dipahami sekaligus memberikan edukasi kepada penonton mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

“Tema ini dekat dengan kehidupan masyarakat kita. Anak-anak juga lebih mudah memahami dan menghayati cerita yang akan mereka tampilkan di atas panggung,” jelasnya.

Selain mengejar prestasi, sekolah memandang keikutsertaan dalam FLS3N sebagai sarana pembentukan karakter dan pengembangan bakat siswa. Melalui proses latihan yang panjang, peserta tidak hanya belajar mengenai seni pertunjukan, tetapi juga melatih disiplin, kerja sama, tanggung jawab, serta kemampuan berkomunikasi melalui ekspresi dan gerakan.

Pihak sekolah berharap pengalaman mengikuti kompetisi dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa, terutama saat tampil di hadapan juri dan penonton dalam jumlah besar. Pengalaman tersebut dinilai penting sebagai bekal bagi peserta untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Yang terpenting anak-anak mendapat pengalaman dan keberanian tampil di depan banyak orang,” katanya.

Dengan persiapan yang telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir, SMPN 3 Bontang berharap tim pantomim yang diutus mampu menampilkan performa terbaiknya saat kompetisi berlangsung. Sekolah optimistis kerja keras, kedisiplinan latihan, dan semangat para siswa dapat memberikan hasil yang membanggakan sekaligus mengharumkan nama sekolah di ajang FLS3N tingkat Kota Bontang tahun 2026.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button