
Latestbontang.co,BONTANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang terus mendorong lahirnya perempuan-perempuan mandiri secara ekonomi melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar Pelatihan Membuat Hantaran bagi Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA).
Program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga diarahkan untuk membuka peluang usaha yang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi para peserta. Keterampilan membuat hantaran dinilai memiliki nilai ekonomi karena banyak dibutuhkan dalam berbagai acara, khususnya pernikahan dan kegiatan keluarga lainnya.
Kepala DP3AKB Kota Bontang, Eddy Foreswanto, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membantu perempuan kepala keluarga meningkatkan kemampuan yang dapat dimanfaatkan secara produktif.
Menurutnya, keterampilan yang dimiliki perempuan akan menjadi modal penting untuk membangun usaha mandiri apabila dikelola dengan baik dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
“Pelatihan ini sebagai bentuk upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas perempuan,” katanya, Kamis (21/5/2026).
Diringa menjelaskan, perempuan kepala keluarga kerap menghadapi tantangan ekonomi yang lebih besar karena harus menjalankan peran ganda dalam keluarga. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berupa keterampilan yang mampu memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga.
Pelatihan membuat hantaran dipilih karena relatif mudah dikembangkan menjadi usaha rumahan dengan modal yang tidak terlalu besar. Selain itu, produk hantaran memiliki pasar yang cukup stabil karena selalu dibutuhkan pada berbagai momentum penting di masyarakat.
“Dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan membuat hantaran bagi perempuan kepala keluarga di Kota Bontang, maka akan menumbuhkan kreativitas dan inovasi untuk mendorong kemandirian ekonomi,” paparnya.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi dapat diterapkan menjadi kegiatan produktif yang menghasilkan nilai tambah ekonomi bagi keluarga.
DP3AKB juga meyakini bahwa semakin banyak perempuan yang memiliki usaha mandiri, maka ketahanan ekonomi keluarga akan semakin kuat. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.
“Semoga keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk membangun usaha mandiri yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Re)




