Latestbontang.co, BONTANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang menegaskan bahwa keberadaan Duta Generasi Berencana (Genre) bukan sekadar ajang pemilihan tahunan. Para duta yang telah terpilih diharapkan menjadi agen edukasi yang mampu menyebarluaskan pemahaman mengenai perencanaan kehidupan berkeluarga kepada kalangan remaja.
Kepala DP3AKB Kota Bontang, Bakhtiar Mabe, mengatakan Duta Genre memiliki posisi penting sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan berbagai informasi yang berkaitan dengan kehidupan remaja. Melalui pendekatan teman sebaya, pesan-pesan yang disampaikan dinilai lebih mudah diterima dan dipahami oleh kalangan muda.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi remaja saat ini semakin kompleks. Karena itu, diperlukan figur-figur muda yang mampu menjadi contoh sekaligus sumber informasi bagi lingkungan sekitarnya. Duta Genre diharapkan dapat berperan aktif mengajak remaja untuk memiliki perencanaan hidup yang matang, baik dalam pendidikan, karier, maupun kehidupan berkeluarga.
“Duta Genre bukan hanya simbol atau gelar yang disandang setelah mengikuti kompetisi. Mereka memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi dan mengajak teman-teman seusianya agar memiliki perencanaan masa depan yang baik,” katanya, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan, salah satu fokus yang terus disosialisasikan melalui program Genre adalah Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR). Program tersebut bertujuan membekali generasi muda dengan pemahaman yang cukup sebelum memasuki jenjang pernikahan dan kehidupan berkeluarga.
Selain itu, para duta juga diharapkan dapat membantu menyebarluaskan informasi mengenai risiko yang kerap dihadapi remaja, seperti pernikahan usia dini, seks pranikah, dan penyalahgunaan narkoba. Edukasi tersebut dinilai penting untuk mendorong lahirnya generasi yang sehat, produktif, dan mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Dirinya menilai pendekatan melalui Duta Genre memiliki keunggulan karena dilakukan oleh remaja untuk remaja. Dengan bahasa yang lebih dekat dan metode komunikasi yang sesuai dengan perkembangan zaman, pesan yang disampaikan diharapkan lebih efektif dibandingkan sosialisasi yang hanya dilakukan secara formal.
“Harapan kami, Duta Genre dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, kampus, maupun masyarakat. Mereka bisa menjadi contoh sekaligus penyambung informasi tentang pentingnya perencanaan kehidupan yang berkualitas sejak usia muda,” ujarnya.
Ia menambahkan, DP3AKB akan terus melakukan pendampingan dan pembinaan agar para Duta Genre tidak hanya aktif saat masa pemilihan berlangsung, tetapi juga mampu menjalankan berbagai kegiatan edukasi secara berkelanjutan di tengah masyarakat. Dengan demikian, manfaat program Genre dapat dirasakan lebih luas oleh kalangan remaja di Kota Bontang. (Re)



