Advertorial

Disdikbud Bontang Tekankan Seleksi Berkeadilan Saat Perpanjangan SPMB

 

Latsetbontang.co,BONTANG – Perpanjangan masa pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Bontang bukan sekadar upaya mengisi kursi kosong, tetapi juga untuk memastikan proses penerimaan berjalan adil dan merata bagi seluruh calon peserta didik.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memperpanjang pendaftaran hingga Sabtu, 30 Mei 2026, menyusul masih adanya 428 kursi yang belum terisi di sejumlah sekolah negeri.

Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparudin, menegaskan bahwa perpanjangan ini difokuskan bagi peserta didik yang sampai saat ini belum memperoleh sekolah.

Ia mengatakan, kebijakan tersebut juga dibarengi pengawasan ketat agar tidak dimanfaatkan untuk menarik siswa dari sekolah lain, terutama sekolah swasta yang telah lebih dulu menerima peserta didik.

“Perpanjangan ini kami tujukan untuk anak-anak yang belum tertampung. Bukan untuk memindahkan siswa yang sudah terdaftar di tempat lain,” katanya, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, keseimbangan antara sekolah negeri dan swasta tetap menjadi perhatian dalam pelaksanaan penerimaan murid baru. Disdikbud tidak ingin kebijakan tambahan waktu justru menimbulkan ketimpangan distribusi peserta didik antarlembaga pendidikan.

Saparudin menjelaskan, panitia di setiap sekolah telah diminta melakukan verifikasi ketat terhadap calon pendaftar agar tidak terjadi tumpang tindih data.

“Petugas harus memastikan pendaftar memang belum tercatat di sekolah mana pun. Itu bagian dari komitmen kami menjaga integritas proses seleksi,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kesesuaian domisili dengan sekolah tujuan. Menurutnya, pendekatan zonasi harus dipahami sebagai upaya mendekatkan akses pendidikan, bukan sekadar aturan administratif.

“Kalau anak bersekolah dekat rumah, tentu mobilitasnya lebih mudah dan orang tua juga lebih ringan dalam mendampingi,” tuturnya.

Soal teknis pendaftaran, Disdikbud saat ini masih menggunakan mekanisme manual lantaran sistem daring telah ditutup sementara. Seluruh berkas akan dimasukkan kembali ke sistem resmi setelah akses dibuka.

Di sisi lain, pihaknya mengakui jumlah pendaftar tahun ini mengalami penurunan yang berdampak pada belum terpenuhinya kuota di sejumlah sekolah.

“Kami melihat ini sebagai dinamika tahunan. Yang terpenting sekarang adalah memastikan semua anak tetap memperoleh haknya untuk bersekolah,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button