Advertorial

Pesan Tegas Kadisdikbud: Guru Bontang Jangan Terjebak Budaya Mengeluh

 

Latestbontang.co,BONTANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Abdu Safa Muha, menyampaikan pesan tegas kepada para guru agar tidak terjebak dalam kebiasaan mengeluh ketika menghadapi berbagai tantangan di dunia pendidikan. Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak akan tercapai apabila tenaga pendidik lebih banyak berfokus pada hambatan dibanding mencari solusi.

Dirinya mengatakan bahwa sikap mental menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dalam menjalankan berbagai program pendidikan. Seorang guru dituntut memiliki semangat belajar dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan yang terus terjadi, termasuk dalam pengelolaan perpustakaan dan penguatan budaya literasi di sekolah.

Menurutnya, berbagai keterbatasan yang masih ditemui di lapangan seharusnya tidak menjadi alasan untuk berhenti berinovasi. Sebaliknya, kondisi tersebut perlu dijadikan tantangan yang mampu memacu kreativitas dan mendorong lahirnya berbagai terobosan baru.

Ia menilai keberhasilan suatu program tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kemauan sumber daya manusia untuk terus berkembang. Karena itu, peningkatan kapasitas diri harus menjadi komitmen setiap tenaga pendidik.

“Perubahan tidak akan terjadi kalau kita tidak mau meningkatkan kemampuan diri. Yang menentukan kemajuan itu adalah kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga menyinggung pentingnya peningkatan kualitas perpustakaan sekolah. Menurutnya, perpustakaan yang baik tidak hanya dinilai dari koleksi buku yang dimiliki, tetapi juga dari kualitas pengelolaan yang memenuhi berbagai standar yang telah ditetapkan.

Ia menjelaskan bahwa aspek manajemen, sumber daya manusia, layanan, teknologi, evaluasi, dan kerja sama merupakan unsur penting yang harus dipenuhi dalam pengembangan perpustakaan. Jika seluruh komponen tersebut berjalan dengan baik, maka target peningkatan mutu dan akreditasi akan lebih mudah dicapai.

“Barulah kita bicara ke masalah akreditasi kalau enam poin tadi sudah dipenuhi. Saya yakin hasilnya akan memuaskan,” katanya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak pernah hadir secara instan. Dibutuhkan proses panjang, konsistensi, dan komitmen dari seluruh pihak untuk mencapai hasil yang diharapkan. Karena itu, ia berharap para guru tetap menjaga semangat untuk terus berkembang dan tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan.

Selain menjalankan tugas mengajar, guru juga memiliki peran penting dalam membentuk budaya literasi di lingkungan sekolah. Menurutnya, keberhasilan program literasi sangat dipengaruhi oleh keteladanan dan semangat yang ditunjukkan oleh para pendidik kepada peserta didik.

Ia meyakini perpustakaan yang berkualitas akan lahir dari pengelola yang memiliki dedikasi tinggi serta kemauan untuk terus berinovasi. Semangat tersebut menjadi modal utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa lebih gemar membaca dan mencari pengetahuan.

“Orang yang melihat kemampuannya hari ini sebagai batas akhir tidak akan meyakini keberhasilannya. Saya tidak ingin guru Bontang dikenal sebagai yang suka mengeluh,” tutupnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button