Peta Potensi hingga Promosi Investasi Sudah Berjalan, DPM-PTSP Minta Dukungan Lebih Besar
Latestbontang.com,BONTANG – Berbagai program untuk memperkenalkan peluang investasi Kota Bontang sebenarnya telah lama dijalankan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP). Mulai dari penyusunan peta potensi daerah hingga promosi investasi terus dilakukan sebagai upaya menarik minat investor.
Analis Kebijakan Ahli Madya Bidang Penanaman Modal DPM-PTSP Kota Bontang, Karel, mengatakan keberadaan Raperda Penyelenggaraan Penanaman Modal nantinya akan memperkuat pelaksanaan program-program tersebut. Sebab, seluruh kegiatan itu memiliki dasar hukum yang lebih jelas.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan investasi tidak hanya berbicara mengenai penerbitan izin usaha. Pemerintah daerah juga memiliki tanggung jawab memperkenalkan potensi ekonomi daerah, menyediakan data investasi, serta memfasilitasi kebutuhan investor.
Menurutnya, berbagai tugas tersebut membutuhkan kesinambungan agar hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Karena itu, keberadaan regulasi harus dibarengi dengan dukungan anggaran yang memadai.
“Program-program yang diatur dalam raperda sebagian besar sudah kami jalankan. Harapannya nanti pelaksanaannya semakin kuat karena mendapat dukungan anggaran,” jelasnya, Kamis (9/7/2026).
Ia menyebut, salah satu contoh yang telah rutin dilakukan ialah penyusunan peta potensi investasi sebagai acuan dalam menawarkan peluang usaha kepada investor. Selain itu, kegiatan promosi investasi juga terus dilakukan agar potensi Bontang semakin dikenal.
“Substansi pada Pasal 5 bukan hal baru bagi kami. Itu merupakan pekerjaan yang selama ini memang sudah menjadi bagian dari pelayanan penanaman modal,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui ruang gerak pelaksanaan program masih dipengaruhi besarnya anggaran yang dimiliki DPM-PTSP. Semakin besar dukungan yang diberikan, semakin luas pula upaya promosi dan pengembangan investasi yang dapat dilakukan pemerintah daerah.
Karel berharap sektor penanaman modal mendapat perhatian lebih besar dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Menurutnya, investasi memiliki kontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan aktivitas usaha masyarakat. (Ra)




