DPRD Pertanyakan Krisis Daya Bontang, Rustam Soroti Pemadaman Hampir Setiap Hari
Latestbontang.com,BONTANG – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi hampir setiap hari di Kota Bontang mendapat sorotan dari DPRD Bontang. Kondisi tersebut dinilai perlu dievaluasi karena berlangsung pada berbagai waktu, mulai pagi, siang hingga malam hari.
Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, mempertanyakan penyebab krisis daya yang masih terjadi di Kota Taman. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pertanyaan mengingat Bontang memiliki sejumlah sumber pasokan listrik.
“Kota kita ini kecil, pasokan ada dari GPK dan PLTD. Mengapa masih kurang daya?” katanya, Minggu (13/9/2026).
Rustam menyebut pemadaman yang berlangsung hampir setiap hari telah mengganggu aktivitas masyarakat. Tidak hanya kegiatan rumah tangga, kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap warga yang bekerja maupun pelaku usaha yang mengandalkan listrik dalam menjalankan aktivitasnya.
Ia meminta PLN melakukan pengaturan ulang terhadap jadwal pemeliharaan apabila kegiatan tersebut menjadi salah satu penyebab pemadaman. Waktu pemadaman dinilai perlu disesuaikan agar tidak bertepatan dengan jam masyarakat beraktivitas maupun beristirahat.
“Kalau ada pemeliharaan, diatur jadwalnya di waktu pagi, siang, atau sore. Tolong hindari pemadaman di malam hari dan akhir pekan. Kasihan pelaku UMKM yang mau mencari rezeki dan anak-anak muda yang ingin menikmati malam liburan,” tegasnya.
Menurutnya, pemadaman pada malam hari juga memiliki risiko terhadap keamanan warga. Sebagian masyarakat terpaksa menggunakan lilin atau lampu darurat ketika listrik padam, yang apabila tidak digunakan secara hati-hati dapat menimbulkan risiko kebakaran.
Selain meminta penataan jadwal, Rustam mendorong adanya upaya untuk memperkuat keandalan pasokan listrik di Bontang. Salah satu opsi yang disebutnya adalah menjalin kerja sama dengan perusahaan di sekitar kota untuk menjadi bagian dari skema pengamanan pasokan.
“Kalau perlu, jalin kerja sama dengan perusahaan sekitar seperti PT Badak atau Pupuk Kaltim agar pasokan listrik ter-backup dan kota tidak gelap,” katanya.
DPRD Bontang selanjutnya akan memanggil PLN melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dijadwalkan pada akhir September 2026. Pertemuan tersebut akan menjadi ruang bagi DPRD untuk meminta penjelasan terkait kondisi pasokan dan pemadaman listrik yang terjadi di Bontang.




