Advertorial

DPMPTSP Bontang Bidik Realisasi Investasi Rp3,4 Triliun pada 2026

 

Latestbontang.com,BONTANG – Kota Bontang menargetkan realisasi investasi mencapai Rp3,427 triliun sepanjang 2026. Target tersebut menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam mendukung pencapaian target investasi Provinsi Kalimantan Timur yang dipatok sebesar Rp90,17 triliun pada tahun yang sama.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan target tersebut merupakan hasil konsolidasi dan sinkronisasi data realisasi investasi seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Setiap daerah diberikan target sesuai potensi investasi, kapasitas industri, serta peluang pengembangan ekonomi yang dimiliki.

Menurutnya, penetapan target bukan sekadar angka administratif, melainkan menjadi indikator kinerja yang mendorong pemerintah daerah untuk terus meningkatkan daya saing investasi. Karena itu, DPMPTSP berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, mudah, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha.

“Target ini menjadi acuan kami untuk terus mendorong peningkatan realisasi investasi di Bontang sepanjang 2026. Seluruh layanan akan terus kami tingkatkan agar investor merasa nyaman dan yakin menanamkan modalnya di Bontang,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan, strategi mencapai target tersebut dilakukan melalui penguatan pelayanan perizinan berbasis digital, percepatan penyelesaian berbagai dokumen usaha, pendampingan kepada pelaku usaha, hingga koordinasi intensif dengan pemerintah provinsi maupun kementerian terkait. Upaya itu diharapkan mampu memangkas berbagai kendala yang berpotensi menghambat masuknya investasi.

Selain memperbaiki aspek pelayanan, DPMPTSP juga terus mempromosikan berbagai peluang investasi yang dimiliki Kota Bontang. Potensi tersebut antara lain berasal dari sektor industri pengolahan, hilirisasi sumber daya alam, jasa, perdagangan, logistik, hingga pengembangan kawasan industri yang dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan cukup besar.

Muhammad Aspiannur menilai posisi strategis Bontang sebagai kota industri memberikan keunggulan tersendiri dibandingkan daerah lain. Keberadaan industri besar yang telah beroperasi selama puluhan tahun menjadi modal penting untuk menarik investasi lanjutan maupun investasi baru yang mampu memperkuat rantai pasok industri di daerah.

“Potensi investasi Bontang cukup besar. Tinggal bagaimana kita menciptakan ekosistem yang kondusif bagi investor. Kepastian regulasi, kemudahan berusaha, serta dukungan infrastruktur menjadi faktor penting yang terus kami dorong,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan meningkatkan investasi tidak hanya menjadi tanggung jawab DPMPTSP, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh perangkat daerah. Berbagai persoalan yang berkaitan dengan tata ruang, infrastruktur pendukung, ketenagakerjaan, hingga penyediaan lahan perlu diselesaikan secara terpadu agar proses investasi dapat berjalan lebih efektif.

Di sisi lain, peningkatan realisasi investasi diharapkan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Bontang. Masuknya investasi baru diyakini mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan aktivitas usaha masyarakat, memperluas peluang bagi pelaku UMKM, serta mendorong peningkatan pendapatan daerah.

Dengan berbagai langkah tersebut, DPMPTSP Bontang optimistis target realisasi investasi sebesar Rp3,427 triliun pada 2026 dapat dicapai. Pemerintah daerah pun berharap iklim investasi yang semakin kondusif mampu memperkuat posisi Bontang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan industri di Kalimantan Timur. (Ra)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button