Latestbontang.co,BONTANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang menegaskan pentingnya peran perempuan kepala keluarga dalam menjaga ketahanan dan kesejahteraan keluarga di tengah berbagai tantangan sosial maupun ekonomi yang terus berkembang.
Perempuan kepala keluarga dinilai memiliki tanggung jawab yang tidak ringan. Selain menjalankan peran sebagai pengasuh dan pendidik anak, mereka juga kerap menjadi tulang punggung keluarga yang harus memastikan kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.
Karena itu, peningkatan kapasitas perempuan menjadi salah satu fokus yang terus didorong DP3AKB melalui berbagai program pemberdayaan. Upaya tersebut dilakukan agar perempuan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan kehidupan sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga.
Kepala DP3AKB Kota Bontang, Eddy Foreswanto, mengatakan perempuan memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan keluarga. Ketika perempuan diberdayakan dan memiliki kemampuan yang memadai, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh seluruh anggota keluarga.
Menurutnya, penguatan kapasitas perempuan tidak hanya berkaitan dengan keterampilan tertentu, tetapi juga mencakup peningkatan kepercayaan diri, kemampuan mengambil keputusan, serta kesiapan menghadapi berbagai perubahan sosial dan ekonomi.
“Pelatihan ini sebagai bentuk upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas perempuan,” katanya, Kamis (21/5/2026).
Dirinya menjelaskan bahwa perempuan kepala keluarga perlu terus didukung agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki. Dukungan tersebut penting untuk menciptakan keluarga yang lebih mandiri, tangguh, dan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan zaman.
Ia menilai perempuan yang berdaya akan lebih mudah berperan aktif dalam lingkungan sosial serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan masyarakat. Oleh sebab itu, pemberdayaan perempuan harus menjadi perhatian bersama dan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata.
Selain memberikan dampak bagi keluarga, perempuan yang memiliki kapasitas baik juga dapat menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya. Kehadiran mereka mampu mendorong lahirnya komunitas yang lebih kuat, produktif, dan saling mendukung.
“Kami berupaya agar perempuan kepala keluarga bisa semakin percaya diri, mandiri, dan mampu berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga maupun lingkungan sekitarnya,” tegasnya.
DP3AKB berharap semakin banyak perempuan kepala keluarga di Kota Bontang yang berani mengembangkan potensi diri, meningkatkan kemampuan, serta mengambil peran lebih besar dalam menciptakan keluarga yang sejahtera dan berkualitas.
Menurut dia, keluarga yang kuat berawal dari individu yang kuat. Karena itu, pemberdayaan perempuan akan terus menjadi salah satu langkah penting dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kota Bontang. (Re)




