Latestbontang.co,BONTANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang terus memperkuat berbagai program pencegahan persoalan sosial yang mengancam generasi muda, mulai dari pernikahan usia anak, penyalahgunaan narkoba, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga persoalan kesehatan mental.
Komitmen tersebut ditegaskan Kepala DP3AKB Kota Bontang, Eddy Foreswanto, usai menghadiri Rapat Koordinasi Pimpinan yang dipimpin Wali Kota Bontang bersama seluruh kepala perangkat daerah di Kantor Wali Kota Bontang, Selasa (26/5/2026).
Eddy mengatakan, berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat membutuhkan perhatian serius karena berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia dan ketahanan keluarga. Karena itu, DP3AKB terus mendorong langkah-langkah preventif melalui edukasi, pendampingan, dan penguatan peran keluarga.
Menurutnya, pernikahan usia anak masih menjadi salah satu isu yang perlu mendapat perhatian bersama. Selain berisiko terhadap kesehatan ibu dan anak, pernikahan dini juga berpotensi meningkatkan angka putus sekolah, kemiskinan, hingga stunting.
“Upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui edukasi kepada remaja, keluarga, maupun masyarakat. Keluarga menjadi benteng utama dalam melindungi anak dari berbagai risiko sosial,” ujar Eddy.
Ia menjelaskan, DP3AKB selama ini terus menggencarkan program pembinaan keluarga, edukasi kesehatan reproduksi remaja, serta penguatan forum anak dan berbagai kelompok masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.
Selain itu, isu kesehatan mental juga menjadi perhatian karena semakin banyak tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital. Menurut Eddy, diperlukan kolaborasi seluruh pihak untuk membangun lingkungan yang mampu memberikan dukungan positif bagi tumbuh kembang anak dan remaja.
Tidak hanya fokus pada perlindungan anak, DP3AKB juga terus mendorong penguatan peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan masyarakat. Keluarga yang harmonis dan berkualitas dinilai menjadi kunci dalam mencegah berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat.
Eddy menambahkan, keberhasilan penanganan persoalan sosial tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah, sekolah, tokoh masyarakat, hingga orang tua agar setiap program yang dijalankan dapat memberikan dampak yang nyata.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, DP3AKB Bontang optimistis berbagai persoalan sosial yang mengancam generasi muda dapat ditekan, sekaligus mewujudkan keluarga yang lebih tangguh, anak yang terlindungi, serta masyarakat yang sehat dan sejahtera. (Re)




