Latestbontang.co,BONTANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui berbagai pendekatan, termasuk melibatkan Duta Generasi Berencana (Genre) sebagai agen edukasi di kalangan remaja.
Kepala DP3AKB Kota Bontang, Bakhtiar Mabe, mengatakan penanganan stunting tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi balita, tetapi juga harus dimulai sejak usia remaja. Menurutnya, pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan berkeluarga, dan kesiapan menjadi orang tua merupakan bagian penting dalam upaya mencegah stunting.
“Sering kali masyarakat melihat stunting hanya berkaitan dengan anak yang sudah lahir. Padahal pencegahannya dimulai jauh sebelumnya, termasuk saat seseorang masih berstatus remaja,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Bakhtiar menjelaskan, remaja yang memiliki pengetahuan cukup mengenai kesehatan dan perencanaan masa depan cenderung lebih siap ketika memasuki usia pernikahan dan membangun keluarga. Kesiapan tersebut dinilai berpengaruh terhadap kualitas kesehatan ibu dan anak pada masa mendatang.
Karena itu, DP3AKB mendorong Duta Genre untuk aktif menyampaikan edukasi kepada teman sebaya mengenai pentingnya menjaga kesehatan, memenuhi kebutuhan gizi, serta menghindari pernikahan usia dini yang berisiko terhadap kesehatan ibu dan bayi.
Menurutnya, pendekatan melalui remaja memiliki efektivitas tersendiri karena pesan yang disampaikan lebih mudah diterima ketika berasal dari kelompok usia yang sama. Duta Genre diharapkan mampu menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan generasi muda terkait berbagai isu kependudukan dan pembangunan keluarga.
“Melalui Duta Genre, kami ingin membangun kesadaran bahwa pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama. Remaja juga memiliki peran penting karena mereka adalah calon orang tua di masa depan,” kata Bakhtiar.
Ia menambahkan, salah satu pesan yang terus disampaikan dalam program Genre adalah pentingnya menyiapkan kehidupan berkeluarga secara matang, baik dari aspek kesehatan, pendidikan, mental, maupun ekonomi. Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.
DP3AKB berharap keterlibatan Duta Genre dapat memperluas jangkauan kampanye pencegahan stunting di Kota Bontang. Dengan semakin banyak remaja yang memahami pentingnya menjaga kesehatan dan merencanakan masa depan sejak dini, upaya menekan angka stunting diharapkan dapat berjalan lebih optimal. (Re)




