Latestbontang.co,BONTANG – Kejadian remaja SMP yang mengonsumsi minuman keras oplosan di Kelurahan Tanjung Laut mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang untuk memperkuat edukasi terkait bahaya miras di lingkungan sekolah.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menyatakan bahwa masih banyak pelajar yang belum memahami secara utuh dampak buruk dari konsumsi minuman oplosan.
“Minuman oplosan ini sangat berbahaya. Di daerah lain bahkan sampai menyebabkan kematian,” tegasnya, Rabu (6/5/2026).
Ia menilai edukasi yang selama ini diberikan perlu diperkuat dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan mudah dipahami oleh siswa.
Disdikbud berencana menggandeng berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan dan instansi terkait, untuk memberikan sosialisasi yang lebih komprehensif kepada pelajar.
Selain itu, sekolah juga didorong untuk memasukkan materi tentang bahaya penyalahgunaan zat dalam kegiatan pembelajaran maupun ekstrakurikuler.
Melalui langkah ini, diharapkan siswa memiliki kesadaran sejak dini untuk menjauhi perilaku berisiko serta mampu membuat keputusan yang lebih bijak dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami juga akan mengevaluasi efektivitas program edukasi yang sudah berjalan agar lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi siswa,” jelasnha.
Upaya berkelanjutan ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan diri terhadap pengaruh negatif lingkungan.




