Advertorial

Disdikbud Bontang Dorong Literasi Digital untuk Tangkal Tren Berbahaya di Kalangan Anak

Latestbontang.co,BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang mendorong penguatan literasi digital di lingkungan sekolah sebagai langkah mencegah anak-anak mengikuti tren berbahaya seperti “sujud freestyle” yang sedang viral di media sosial.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan perkembangan teknologi membuat anak usia sekolah dasar semakin mudah mengakses berbagai jenis konten digital melalui telepon genggam maupun media sosial.

“Anak-anak sekarang sangat dekat dengan media sosial. Kalau tidak dibimbing, mereka bisa mencontoh hal-hal yang membahayakan dirinya sendiri,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, fenomena “sujud freestyle” menjadi pengingat pentingnya pendidikan literasi digital sejak dini. Anak-anak dinilai perlu dibekali kemampuan untuk memilah konten yang aman dan memahami dampak dari apa yang mereka lihat di internet.

Ia menjelaskan, tantangan viral sering kali dikemas dalam bentuk hiburan sehingga mudah menarik perhatian anak. Namun di balik itu, banyak aksi yang sebenarnya memiliki risiko serius terhadap kesehatan dan keselamatan.

Disdikbud pun berencana menyampaikan imbauan kepada sekolah agar meningkatkan pengawasan terhadap siswa sekaligus memperkuat edukasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak.

Selain guru, orang tua juga diminta aktif mendampingi anak saat menggunakan gawai di rumah. Pengawasan keluarga dianggap penting agar anak tidak bebas mengakses maupun meniru konten yang berbahaya.

Abdu Safa menilai literasi digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga membangun kesadaran anak untuk berpikir sebelum meniru sesuatu yang sedang viral.

“Anak perlu diajarkan bahwa tidak semua yang ramai di media sosial layak untuk dicoba,” katanya.

Ia berharap penguatan edukasi digital di sekolah dan lingkungan keluarga mampu membentuk perilaku anak yang lebih bijak, sehingga tidak mudah terpengaruh tren viral yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button