Advertorial

Data Terpadu Jadi Kunci Intervensi Stunting Tepat Sasaran di Bontang

Latestbontang.co,BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus memperkuat sistem pendataan dalam upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap program dan intervensi yang diberikan benar-benar menyasar keluarga yang membutuhkan.

Kepala DP3AKB Bontang, Eddy Foreswanto, mengatakan penggunaan data yang akurat menjadi salah satu fondasi utama dalam penanganan stunting. Karena itu, pihaknya terus mendorong integrasi data melalui aplikasi Super S dan Si Rindu yang disinkronkan dengan program Aksi Bangda.

Menurutnya, keberadaan sistem data terpadu akan memudahkan pemerintah dalam mengidentifikasi keluarga berisiko stunting, memetakan kebutuhan intervensi, serta menghindari tumpang tindih program antarorganisasi perangkat daerah.

Dengan data yang terintegrasi, pemerintah juga dapat melakukan pemantauan perkembangan anak secara lebih cepat dan terukur. Hal ini penting agar setiap permasalahan yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti melalui program yang sesuai.

Dirinya menjelaskan bahwa penguatan data terpadu juga menjadi salah satu fokus kerja Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Kota Bontang. Tim yang diketuai langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris tersebut bertugas mengawal berbagai aksi konvergensi penurunan stunting.

Tidak hanya itu, TP3S juga mendorong optimalisasi penggunaan data BNBA (By Name By Address) lintas perangkat daerah.

“Melalui sistem ini, setiap keluarga sasaran dapat terpetakan secara jelas sehingga bantuan dan pendampingan yang diberikan menjadi lebih efektif,” katanya, Sabtu (16/5/2026).

Pemerintah juga terus memperkuat program-program pendukung seperti DASHAT dan GENTING hingga menjangkau kawasan pesisir. Selain itu, peran Tim Pendamping Keluarga diperkuat untuk memastikan keluarga berisiko mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkot Bontang juga akan melaksanakan Operasi Timbang Serentak pada 6 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi instrumen penting dalam memperoleh data terkini terkait kondisi tumbuh kembang balita di seluruh wilayah kota.

Keberhasilan pendekatan berbasis data ini telah terlihat pada sejumlah program yang berjalan di lapangan. Salah satunya di Kelurahan Bontang Baru dan Tanjung Limau, di mana program pemberian makanan tambahan, vitamin D, dan zinc berhasil membantu 18 dari 25 anak keluar dari kondisi berisiko stunting.

“Data yang akurat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat. Karena itu kami terus memperkuat integrasi data agar seluruh intervensi berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tutupnya. (Re)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button