Yassier Arafat Minta Pengawasan Trotoar Diperketat, Jangan Dijadikan Jalur Bongkar Muat
Latestbontang.com,BONTANG – Insiden truk boks yang terperosok setelah penutup drainase di trotoar Jalan Ahmad Yani amblas, Jumat (7/8/2026), menjadi sorotan terkait lemahnya pengawasan terhadap pemanfaatan fasilitas publik. Trotoar yang semestinya diperuntukkan bagi pejalan kaki dinilai masih sering dialihfungsikan sebagai akses kendaraan untuk aktivitas bongkar muat.
Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Yassier Arafat, menegaskan kejadian tersebut harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap penggunaan trotoar agar kembali dimanfaatkan sesuai fungsinya.
Menurutnya, trotoar dibangun untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pejalan kaki, bukan sebagai jalur kendaraan maupun lokasi bongkar muat barang.
“Trotoar itu peruntukannya untuk pejalan kaki. Ketika digunakan kendaraan, apalagi truk dengan beban berat, tentu berpotensi menimbulkan kerusakan. Karena itu pengawasannya harus diperketat,” ujarnya, Jumat (7/8/2026).
Ia menilai masih banyak kendaraan yang dengan mudah naik ke trotoar, khususnya di kawasan pertokoan dan pusat kegiatan usaha. Kondisi tersebut menunjukkan masih lemahnya pengawasan terhadap pemanfaatan ruang publik.
Yassier meminta pemerintah melalui instansi terkait tidak hanya fokus memperbaiki fasilitas yang rusak, tetapi juga memastikan trotoar tidak lagi digunakan di luar peruntukannya. Menurutnya, langkah preventif jauh lebih efektif dibanding terus melakukan perbaikan akibat kerusakan yang sama.
Selain itu, ia mendorong adanya penataan kawasan usaha agar aktivitas bongkar muat memiliki ruang tersendiri tanpa harus memanfaatkan trotoar sebagai akses kendaraan. Dengan demikian, kegiatan usaha tetap dapat berjalan tanpa mengurangi hak pejalan kaki.
“Penggunaan trotoar oleh kendaraan tidak hanya mempercepat kerusakan infrastruktur, tetapi juga menghilangkan fungsi utama trotoar sebagai ruang yang aman bagi masyarakat untuk berjalan kaki,” tekannya.
Lebih jauh, politisi usungan Partai Golkar ini berharap insiden tersebut menjadi evaluasi bersama. Menurutnya, menjaga fungsi trotoar merupakan tanggung jawab seluruh pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, sehingga fasilitas publik dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya dan memiliki usia layanan yang lebih panjang.




