Advertorial

Soroti Polemik RKM, Alfin Minta Pemerintah Matangkan Perencanaan Pembangunan

 

Latestbontang.com,BONTANG – Polemik kondisi Rumah Kreatif Masyarakat (RKM) yang mengalami kerusakan meski belum digunakan mendapat sorotan dari Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Alfin Rausan Fikry. Ia meminta pemerintah lebih serius dalam menyusun perencanaan pembangunan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Alfin menilai kerusakan pada bangunan yang belum dimanfaatkan menjadi catatan penting dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan persoalan baru, terutama ketika fasilitas belum dapat diserahkan dan digunakan sesuai peruntukannya.

Saat ini, RKM disebut belum dapat diterima oleh pihak terkait karena sejumlah persoalan pendukung, di antaranya belum tersedianya air dan listrik. Di sisi lain, kondisi fisik bangunan juga mengalami kerusakan.

Persoalan tersebut pada akhirnya membuat pemerintah harus kembali menyiapkan anggaran untuk melakukan perbaikan. Menurut Alfin, kondisi seperti ini semestinya dapat diminimalkan sejak tahap awal melalui perencanaan yang lebih matang.

Ia menekankan agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan seluruh kebutuhan pendukung telah diperhitungkan sebelum proyek dikerjakan.

“Perencanaan pembangunan harus dibuat sebaik-baiknya dan sedetail mungkin. Jangan sampai bangunan sudah selesai, tetapi ketika akan digunakan masih ada persoalan seperti air, listrik maupun kerusakan,” ujarnya, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, perencanaan pembangunan seharusnya dilakukan secara menyeluruh dan tidak terpisah-pisah antara pekerjaan fisik dengan fasilitas penunjangnya. Dengan begitu, bangunan yang telah selesai dibangun dapat langsung dimanfaatkan masyarakat.

Alfin berharap kejadian pada RKM menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam melaksanakan pembangunan ke depan. Setiap proyek, kata dia, perlu dipastikan kesiapan dan kebutuhan operasionalnya sejak awal.

“Jangan sampai pemerintah kembali mengeluarkan anggaran untuk memperbaiki sesuatu yang sebenarnya belum digunakan. Ini yang harus menjadi evaluasi agar perencanaan ke depan lebih detail dan terintegrasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, kualitas perencanaan menjadi salah satu kunci agar anggaran pembangunan dapat digunakan secara efektif. Pemerintah diminta memastikan setiap tahapan pembangunan memiliki perhitungan yang jelas sehingga hasil akhirnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button