Latestbontang.com,BONTANG – Sebagian besar proyek usaha di Kota Bontang sepanjang 2025 didominasi kategori risiko rendah. Hal tersebut tercatat dalam Dashboard OSS Berbasis Risiko Kota Bontang yang dikelola DPMPTSP.
Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan dari total 7.844 proyek usaha yang tercatat, sebanyak 5.471 proyek atau 69,7 persen masuk kategori risiko rendah.
Sementara proyek berisiko menengah tinggi tercatat sebanyak 1.305 proyek atau 16,6 persen, risiko menengah rendah sebanyak 776 proyek atau 9,9 persen, dan risiko tinggi sebanyak 296 proyek atau 3,8 persen.
Menurut Aspiannur, dominasi usaha risiko rendah menunjukkan mayoritas pelaku usaha di Bontang bergerak di sektor usaha kecil yang proses perizinannya relatif lebih sederhana.
“Sebagian besar usaha di Bontang masih berada pada kategori risiko rendah sehingga proses penerbitan izinnya juga lebih cepat,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Ia menjelaskan penerapan OSS berbasis risiko membuat proses perizinan disesuaikan dengan tingkat risiko usaha. Untuk usaha risiko rendah, pelaku usaha cukup mengantongi NIB sebagai legalitas dasar.
Sedangkan usaha dengan tingkat risiko lebih tinggi memerlukan verifikasi tambahan maupun pemenuhan sertifikat standar tertentu sebelum izin diterbitkan.
Data DPMPTSP menunjukkan dari 1.421 status perizinan, sebanyak 1.211 izin atau 85,2 persen dapat terbit otomatis melalui sistem OSS. Adapun 204 izin atau 14,4 persen telah terverifikasi dan hanya enam izin yang masih menunggu proses verifikasi.
Aspiannur menilai capaian tersebut menunjukkan efektivitas sistem OSS dalam memangkas birokrasi pelayanan perizinan usaha.
“Digitalisasi layanan membuat proses perizinan jauh lebih efisien dan transparan bagi pelaku usaha,” katanya.
Ia juga menegaskan pemerintah terus mendorong pelaku usaha agar mengurus legalitas usahanya sejak awal agar lebih mudah berkembang dan memperoleh akses pembinaan dari pemerintah.
Selain itu, DPMPTSP terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya legalitas usaha dan pemanfaatan OSS berbasis risiko secara mandiri. (Ra)




