Advertorial

Marak Kecelakaan Kapal, KSOP Bontang Tingkatkan Pengawasan Pelayaran

Latestbontang.com,BONTANG – Rentetan kecelakaan kapal yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan transportasi laut. Kondisi tersebut turut mendorong Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Bontang meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pelayaran di wilayahnya.

Sejumlah insiden terjadi dalam beberapa pekan terakhir. KM Nurul Salsa dilaporkan tenggelam di perairan Kepulauan Selayar pada 15 Juli 2026. Kapal tersebut mengalami gangguan sebelum akhirnya tenggelam dan memicu proses evakuasi serta pencarian terhadap penumpang.

Insiden lainnya terjadi pada KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Jawa Timur, pada 2 Agustus 2026. Kapal rute Surabaya-Makassar tersebut mengalami kebakaran dengan ratusan orang berada di dalamnya. Dalam kejadian itu, lima orang meninggal dunia.

Sementara di Kalimantan Timur, KM Prince Soya mengalami kebakaran ketika bersandar di Pelabuhan Samarinda pada 1 Agustus 2026. Beruntung, kapal dalam kondisi kosong sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Berbagai kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya pengawasan keselamatan sebelum kapal melakukan pelayaran. Hal itu pula yang menjadi perhatian KSOP Kelas II Bontang dalam memastikan kapal penumpang yang beroperasi dari dan menuju Bontang memenuhi standar keselamatan.

Pengawasan tersebut salah satunya dilakukan KSOP Bontang pada Senin (17/8/2026). Petugas turun langsung melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap kapal serta aktivitas operasional di wilayah pelabuhan.

Kepala KSOP Bontang, Capt. M. Ridha Rengreng, mengatakan keselamatan pelayaran merupakan prioritas utama dalam mewujudkan transportasi laut yang aman, tertib, lancar, dan laik laut.

“Pemerikasaan bertujuan untuk melakukan pengawasan terhadap kapal, awak kapal, serta aktivitas pelayanan dan operasional di wilayah pelabuhan,” ucapnha.

Menurut Ridha, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan secara administratif. Kehadiran petugas di lapangan diperlukan untuk melihat secara langsung kondisi kapal sekaligus memastikan aspek keselamatan benar-benar diterapkan.

Pemeriksaan mencakup sejumlah bagian penting, mulai dari keandalan mesin utama, sistem navigasi hingga ketersediaan perlengkapan keselamatan seperti sekoci, life jacket, dan alat pemadam api ringan.

“Berbagai pengecekan selalu dilakukan guna memastikan kondisi kapal secara menyeluruh telah siap untuk melakukan pelayaran,” tuturnya.

Ia menegaskan jajarannya akan terus melakukan pengawasan secara konsisten. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan agar potensi gangguan keselamatan dapat diketahui sejak dini.

Dengan pengawasan yang dilakukan secara rutin, KSOP Bontang berharap aktivitas transportasi laut dapat berjalan aman dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang menggunakan jasa kapal penumpang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button