Advertorial

Ketua DPRD Bontang Dorong Panggung Seni Jadi Prioritas di Kawasan HOP 1

 

Latestbontang.conBONTANG – DPRD Kota Bontang mendorong agar pembangunan kawasan olahraga HOP 1 tidak hanya berorientasi pada fasilitas olahraga. Keberadaan ruang yang dapat mewadahi aktivitas seni dan kreativitas masyarakat dinilai penting untuk memperluas fungsi kawasan tersebut sebagai ruang publik.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengatakan pembangunan panggung seni perlu menjadi salah satu fasilitas yang diprioritaskan. Menurutnya, keberadaan panggung dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan bakat sekaligus menghidupkan aktivitas kreatif di kawasan HOP 1.

“Panggung itu dapat menjadi wadah bagi warga menyalurkan bakatnya, sehingga fungsi kawasan ini bisa semakin luas,” kata dia, Selasa (11/8/2026).

Ia menyebut saat ini pembangunan kawasan HOP 1 masih berlangsung. Karena itu, menurutnya, pemerintah masih memiliki ruang untuk mengkaji kembali kebutuhan fasilitas yang dinilai paling memberikan manfaat bagi masyarakat.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah ketersediaan anggaran untuk pembangunan panggung seni. Dirinya meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang mengkaji kemungkinan penyesuaian atau peralihan anggaran apabila secara teknis dan aturan memungkinkan.

Menurutnya, setiap fasilitas yang dibangun harus memiliki perencanaan yang matang sejak awal. Penentuan skala prioritas diperlukan agar pembangunan kawasan tidak dilakukan secara bertahap dengan pola yang justru berpotensi menyebabkan pekerjaan harus dibongkar atau disesuaikan kembali.

“Jangan sampai pemerintah bekerja dua kali dan akhirnya membuang biaya. Semua kebutuhan harus dipetakan sejak awal,” ujarnya.

Andi Faiz menilai panggung seni menjadi salah satu fasilitas yang layak dipertimbangkan lebih awal karena pemanfaatannya dapat mencakup berbagai kegiatan masyarakat. Tidak hanya pertunjukan seni, fasilitas tersebut juga dapat digunakan untuk kegiatan kebudayaan, kreativitas pemuda maupun agenda komunitas.

Ia menyerahkan aspek teknis pembangunan kepada PUPR untuk mengkaji kebutuhan, desain, lokasi hingga kemungkinan penganggarannya. DPRD, kata dia, pada prinsipnya mendorong agar pembangunan kawasan tetap berjalan sesuai perencanaan namun mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat.

“Kalau perihal teknisnya kami serahkan kepada PUPR guna mengkaji dan merumuskan langkah serta kemungkinan selanjutnya,” tuturnya.

Dirinya menegaskan HOP 1 harus dirancang sebagai kawasan publik yang aktif dan memberikan ruang bagi berbagai kegiatan positif. Selain menjadi lokasi aktivitas olahraga, kawasan tersebut diharapkan dapat berkembang sebagai ruang interaksi sosial dan pelaksanaan kegiatan seni budaya.

Ia berharap pembangunan fasilitas publik di Kota Bontang dilakukan dengan perencanaan yang matang, tepat sasaran dan berorientasi pada manfaat jangka panjang. Dengan begitu, setiap fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan tidak menjadi beban pembangunan di kemudian hari.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button