Latestbontang.com,BONTANG – DPRD Kota Bontang mendorong Pemerintah Kota memperkuat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) menyusul ditemukannya 581 balita yang mengalami wasting berdasarkan hasil Operasi Timbang Serentak yang dilakukan Dinas Kesehatan.
Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal, menilai penanganan wasting tidak akan maksimal apabila hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Ia menegaskan dibutuhkan keterlibatan berbagai instansi agar penyebab masalah dapat ditangani secara menyeluruh.
Menurutnya, persoalan gizi anak berkaitan dengan banyak faktor, mulai dari pola asuh, pendidikan keluarga, sanitasi lingkungan, hingga kondisi ekonomi masyarakat. Karena itu, pendekatan lintas sektor menjadi langkah yang paling efektif.
“Masalah ini harus menjadi perhatian bersama. Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, perlindungan anak, dan OPD lainnya harus sama-sama meningkatkan perhatian terhadap kondisi ini,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (25/7/2026).
Saeful mengatakan pemerintah memang telah memberikan perhatian terhadap isu kesehatan anak. Namun ia berharap berbagai program yang berjalan dapat terus diperkuat sehingga manfaatnya lebih dirasakan oleh masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki balita di kawasan pesisir.
Ia memahami adanya keterbatasan anggaran daerah. Meski demikian, menurutnya pemerintah tetap harus mampu memaksimalkan sumber daya yang tersedia agar program penanganan wasting dapat berjalan secara optimal.
Lebih lanjut, Saeful mendorong agar pemeriksaan kesehatan balita dilakukan secara rutin dan menjangkau seluruh wilayah, terutama daerah yang memiliki angka kasus lebih tinggi. Dengan demikian, balita yang mengalami gangguan gizi dapat segera mendapatkan intervensi.
Selain pelyanan kesehatan, peningkatan asupan gizi juga dinilai menjadi langkah penting yang harus diperhatikan. Pemerintah diharapkan dapat memastikan bantuan maupun program pemenuhan gizi benar-benar sampai kepada keluarga yang membutuhkan.
Ia juga menyoroti pentingnya perbaikan sanitasi lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan. Lingkungan yang bersih dan sehat dinilai dapat mengurangi risiko penyakit yang berdampak pada status gizi anak.
“Dengan kolaborasi seluruh OPD, peningkatan layanan kesehatan, pemenuhan gizi, serta perbaikan sanitasi, saya optimistis angka wasting di Kota Bontang dapat ditekan sehingga anak-anak bisa tumbuh lebih sehat,” pungkasnya.




