Latestbontang.com,BONTANG – DPRD Kota Bontang menyoroti masih lemahnya tindak lanjut terhadap berbagai peluang investasi yang telah masuk dan melakukan penjajakan di Kota Bontang. Dewan menilai, minat investor yang sudah diwujudkan melalui kunjungan maupun survei lapangan seharusnya menjadi momentum untuk mempercepat realisasi investasi, bukan berhenti di tahap awal.
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, mengatakan banyak calon investor yang telah menunjukkan keseriusan dengan datang langsung ke Bontang. Namun, sejumlah peluang tersebut belum berkembang menjadi kerja sama atau investasi yang benar-benar terealisasi.
Menurutnya, kondisi itu menjadi perhatian serius karena berpotensi membuat daerah kehilangan kesempatan memperoleh tambahan investasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan pendapatan daerah.
Salah satu contoh yang disorot ialah rencana kunjungan dan survei dari Pelindo yang hingga kini dinilai belum memiliki kejelasan mengenai tindak lanjut. Padahal, kehadiran perusahaan besar untuk melakukan penjajakan merupakan sinyal positif yang seharusnya segera direspons oleh pemerintah daerah.
“Setiap investor yang datang harus mendapatkan pendampingan secara menyeluruh sejak awal,” Jumat (19/6/2026).
Pemerintah tidak cukup hanya menerima kunjungan, tetapi juga perlu menyiapkan langkah lanjutan berupa penawaran lokasi investasi, penyampaian potensi daerah, skema kerja sama yang memungkinkan, hingga kepastian regulasi yang dapat memberikan rasa aman bagi investor.
Ia mengingatkan bahwa persaingan antardaerah dalam menarik investasi saat ini semakin ketat. Karena itu, daerah yang mampu memberikan pelayanan cepat, kepastian proses, serta komunikasi yang baik akan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan realisasi investasi.
Menurut Rustam, pemerintah daerah perlu membangun sistem pengawalan investasi yang lebih terukur. Seluruh organisasi perangkat daerah yang berkaitan dengan investasi harus memiliki koordinasi yang kuat sehingga setiap kendala yang muncul dapat segera diselesaikan tanpa membuat calon investor menunggu terlalu lama.
Ia juga mendorong agar koordinasi satu pintu dalam pelayanan investasi benar-benar berjalan efektif. Dengan begitu, investor tidak harus berhadapan dengan proses birokrasi yang berbelit karena seluruh kebutuhan administrasi maupun informasi dapat difasilitasi secara terpadu hingga tahap realisasi.
Selain itu, komunikasi dengan calon investor dinilai harus terus dijaga meskipun proses penjajakan telah selesai. Menurutnya, hubungan yang baik menjadi salah satu faktor penting agar minat investasi tidak hilang di tengah jalan akibat kurangnya kepastian atau lambatnya respons dari pemerintah daerah.
“Jangan sampai sudah survei, sudah datang, tapi akhirnya tidak ada tindak lanjut. Itu sama saja kita kehilangan peluang besar,” tegasnya.
Menurutnya, setiap peluang investasi yang masuk harus diperlakukan sebagai aset penting yang perlu dikawal hingga benar-benar memberikan manfaat bagi pembangunan dan perekonomian Kota Bontang.




