Latestbontang.com,BONTANG – Kasus yang melibatkan tiga anak sekolah dasar (SD) dalam dugaan pencurian di Kelurahan Api-Api menjadi perhatian berbagai pihak. Peristiwa tersebut dinilai bukan hanya persoalan pelanggaran hukum, tetapi juga menjadi alarm bagi keluarga dan lingkungan agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap tumbuh kembang serta aktivitas anak di luar rumah.
Anggota Komisi A DPRD Bontang, Arfian Arsyad, mengatakan keluarga merupakan benteng pertama dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, pengawasan yang dilakukan secara konsisten sejak dini dapat menjadi langkah efektif untuk mencegah anak terjerumus dalam perilaku menyimpang ataupun menjadi korban pengaruh negatif dari lingkungan.
Ia menilai pengakuan anak-anak yang menyebut adanya arahan dari seorang perempuan dalam kasus tersebut menunjukkan bahwa anak-anak masih sangat mudah dipengaruhi oleh orang lain. Karena itu, orang tua tidak hanya dituntut memenuhi kebutuhan materi anak, tetapi juga harus memahami aktivitas, pergaulan, hingga kebiasaan anak dalam kehidupan sehari-hari.
“Pengawasan orang tua harus diperkuat. Anak-anak perlu mengetahui mana yang benar dan mana yang salah sejak dini,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, pendidikan mengenai nilai kejujuran, tanggung jawab, serta menghormati hak milik orang lain harus ditanamkan sejak usia dini. Nilai-nilai tersebut akan menjadi bekal penting bagi anak ketika menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan maupun perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin terbuka.
Arfian menambahkan, pembentukan karakter anak tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Peran keluarga tetap menjadi faktor utama, sementara lingkungan sekitar juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.
Ia menilai komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak juga perlu terus dibangun. Dengan komunikasi yang baik, orang tua akan lebih mudah mengetahui aktivitas anak, mengenali perubahan perilaku, hingga mendeteksi lebih awal apabila terdapat pergaulan yang berpotensi membawa pengaruh buruk.
Selain itu, Arfian mengajak masyarakat untuk tidak bersikap acuh terhadap kondisi di lingkungan sekitar. Kepedulian warga, tokoh masyarakat, hingga ketua RT dinilai dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan apabila melihat anak-anak berada dalam situasi yang berisiko atau bergaul dengan pihak yang berpotensi memberikan pengaruh negatif.
Ia berharap peristiwa tersebut menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh masyarakat Bontang agar pengawasan terhadap anak semakin diperkuat. Dengan sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan lingkungan, anak-anak diharapkan dapat tumbuh dalam suasana yang aman, positif, serta terhindar dari berbagai bentuk kenakalan maupun tindak pidana di kemudian hari.




