Latestbontang.com,BONTANG – Pemerintah kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sedang menfapat sorotan karena terdapat beberapa guru pengganti yang hingga kini belum mendapatkan gaji.
Anggota DPRD Kota Bontang, Arfian Arsyad, mendorong agar permasalahan ini dapat segera teratasi. Ia menilai keterlambatan pembayaran honor tersebut sangat berdampak pada kesejahteraan serta motivasi kerja para pendidik di lapangan.
“Peran guru pengganti sangat vital dalam menjaga keberlangsungan proses belajar-mengajar di sekolah,” ucapnya, Senin (20/7/2026)
Ia menjelaskan, banyaknya jumlah guru yang pensiun meninggalkan posisi lowong pengajar. Bahkan, di kota taman membuka 66 pengganti.
Merekalah yang akhirnya mendapatkan tugas mengajar peserta didik hingga pemerintah secara resmi membuka CPNS Guru kembali.
Oleh sebab itu, dirinya meminta Disdikbud Bontang untuk segera melakukan evaluasi mendalam terkait kendala administratif yang menjadi pemicu tersendatnya penyaluran hak-hak para tenaga pendidik tersebut.
“Para guru ini sudah menjalankan kewajibannya dengan baik di sekolah. Maka kendala anggaran perlu segera terselesaikan,” paparnya.
Arfian menegaskan, Disdikbud Kota Bontang seharusnya sudah memiliki mekanisme alokasi anggaran yang matang dan terencana sejak awal, sehingga kasus penundaan gaji seperti ini tidak terjadi.
Dia berharap, kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi OPD terkait agar ke depannya sistem penggajian tenaga pendidik, baik tetap maupun pengganti, dapat berjalan lebih disiplin, tepat waktu, dan akuntabel.




