Latestbontang.com,BONTANG – DPMPTSP Kota Bontang menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik tidak hanya dibangun melalui inovasi pemerintah, tetapi juga melalui keterlibatan masyarakat dalam memberikan penilaian terhadap layanan yang telah diterima. Karena itu, masyarakat diajak berpartisipasi mengisi kuesioner evaluasi Mal Pelayanan Publik (MPP) Tahun 2026 yang berlangsung selama Juli hingga Agustus.
Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan setiap pengalaman masyarakat ketika mengakses layanan di MPP memiliki nilai penting dalam proses perbaikan pelayanan. Pemerintah membutuhkan masukan langsung agar setiap kebijakan peningkatan layanan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna.
“Evaluasi tahunan yang dilaksanakan Kementerian PANRB bertujuan mengukur kualitas penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik di berbagai daerah. Salah satu indikator utama dalam penilaian tersebut berasal dari tingkat kepuasan masyarakat yang pernah memanfaatkan layanan MPP,” paparnya, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, pemerintah tidak hanya mengejar pencapaian administratif, tetapi juga ingin memastikan pelayanan yang diberikan benar-benar memberikan kemudahan bagi masyarakat. Oleh sebab itu, penilaian dari pengguna layanan menjadi komponen yang sangat menentukan.
Aspiannur mengatakan masyarakat yang pernah mengurus perizinan usaha, administrasi kependudukan, perpajakan, maupun layanan lain di MPP dapat mengisi kuesioner secara daring melalui laman resmi evaluasi. Proses pengisian relatif mudah dan hanya memerlukan beberapa menit.
Ia menilai budaya memberikan umpan balik harus terus dibangun sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik. Dengan adanya kritik maupun saran yang konstruktif, pemerintah dapat mengetahui bagian mana yang sudah berjalan baik dan aspek mana yang masih memerlukan pembenahan.
Selain menjadi bagian dari evaluasi nasional, hasil survei tersebut juga akan dimanfaatkan DPMPTSP Kota Bontang sebagai dasar penyusunan berbagai strategi peningkatan pelayanan di masa mendatang. Mulai dari penyempurnaan prosedur pelayanan, peningkatan kompetensi petugas, hingga pengembangan fasilitas pendukung akan disesuaikan dengan hasil evaluasi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, MPP Kota Bontang menargetkan sedikitnya 100 responden pengguna layanan agar hasil evaluasi memiliki validitas yang memadai. Karena itu, DPMPTSP terus mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pengalaman pelayanan yang diterima secara objektif.
Menurut Aspiannur, pelayanan publik yang baik lahir dari komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Ketika masyarakat aktif menyampaikan pendapat, pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat dalam menghadirkan inovasi pelayanan yang benar-benar berdampak terhadap peningkatan kualitas layanan.
Ia berharap semakin banyak warga Bontang yang bersedia mengisi kuesioner evaluasi MPP sehingga proses penilaian berjalan optimal.
“Setiap masukan yang disampaikan masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya kami membangun Mal Pelayanan Publik yang semakin profesional, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga Kota Bontang,” pungkasnya. (Ra)




