Advertorial

DPMPTSP Bontang: Investasi Harus Berdampak pada Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

 

Latestbontang.com,BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang menegaskan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga dari dampaknya terhadap pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Pemerintah berharap setiap investasi yang terealisasi mampu memberikan manfaat nyata melalui peningkatan kesempatan kerja bagi warga Bontang.

Jabatan Fungsional Ahli Madya Analis Kebijakan Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kota Bontang, Karel, mengatakan realisasi investasi di Kota Bontang memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja. Hal itu didukung karakteristik Bontang sebagai kota industri yang menjadi lokasi berbagai perusahaan besar di sektor migas, petrokimia, hingga pupuk.

Menurutnya, sejumlah proyek investasi yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir, termasuk proyek hilirisasi seperti pembangunan pabrik amonia, methanol, hingga blue ammonia, membuka kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Pada tahap konstruksi, proyek-proyek tersebut umumnya membutuhkan ribuan pekerja, sementara saat memasuki fase operasional masih menyerap ratusan tenaga kerja secara berkelanjutan,” jelasnya, Rabu (8/7/2026).

Meski peluang tersebut terbuka lebar, Karel menilai besarnya investasi belum otomatis menjamin seluruh kebutuhan tenaga kerja dipenuhi oleh masyarakat lokal. Penyerapan tenaga kerja daerah tetap dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari regulasi, komitmen perusahaan, hingga kesiapan sumber daya manusia yang dimiliki Kota Bontang.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan terbesar adalah kompetensi tenaga kerja. Industri besar membutuhkan pekerja yang memiliki keahlian khusus, seperti teknisi, operator, maupun tenaga bersertifikat sesuai standar perusahaan. Apabila kebutuhan tersebut belum dapat dipenuhi oleh tenaga kerja lokal, perusahaan terpaksa mencari pekerja dari luar daerah.

Selain faktor kompetensi, pola perekrutan melalui perusahaan kontraktor juga menjadi tantangan tersendiri. Dalam sejumlah proyek, proses rekrutmen dilakukan oleh pihak ketiga sehingga tenaga kerja yang masuk belum tentu berasal dari Kota Bontang. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah agar manfaat investasi tetap dirasakan masyarakat setempat.

Karel mengatakan beberapa perusahaan telah menjalin komitmen bersama Pemerintah Kota Bontang untuk mengutamakan tenaga kerja lokal, khususnya pada posisi staf maupun pekerjaan yang tidak memerlukan keahlian khusus. Komitmen tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam perkembangan investasi di daerah.

Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program yang dilaksanakan perangkat daerah terkait. Mulai dari penyediaan informasi lowongan kerja, pelatihan peningkatan kompetensi, hingga penguatan keterampilan calon tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Menurut Karel, kondisi tersebut menjadi penting mengingat tingkat pengangguran terbuka Kota Bontang pada 2024 masih berada di angka 7,06 persen. Angka itu menunjukkan kebutuhan terhadap penciptaan lapangan kerja masih cukup tinggi sehingga investasi diharapkan mampu menjadi salah satu solusi dalam menekan pengangguran.

“Kami berharap setiap investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memberikan kesempatan kerja yang lebih besar bagi masyarakat Bontang. Untuk itu diperlukan sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan peningkatan kualitas tenaga kerja lokal agar manfaat investasi benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya. (Ra)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button