
Latestbontang.com,BONTANG – Tahun 2025 menjadi periode penting bagi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang. Selain berlangsungnya pergantian kepemimpinan daerah, organisasi perangkat daerah tersebut juga harus menyesuaikan pengukuran kinerja dengan dua dokumen perencanaan strategis yang berbeda.
Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025 pengukuran kinerja dilakukan berdasarkan Renstra DPMPTSP 2021-2025 dan Renstra DPMPTSP 2025-2029.
Kondisi tersebut mengharuskan adanya penyesuaian indikator kinerja, terutama pada Triwulan IV, agar selaras dengan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang periode baru.
“Perubahan indikator merupakan konsekuensi dari perubahan arah pembangunan daerah. Namun demikian, DPMPTSP tetap mampu menjaga kinerja organisasi dan memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebijakan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program pembangunan.
Di tengah proses transisi tersebut, sejumlah indikator utama bahkan mampu melampaui target yang telah ditetapkan. Nilai investasi, jumlah investor, hingga realisasi investasi secara keseluruhan menunjukkan tren yang positif.
Dia menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa perubahan dokumen perencanaan tidak menghambat kinerja organisasi. Sebaliknya, transisi tersebut justru menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pembangunan daerah.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama seluruh pegawai dalam menjalankan program dan pelayanan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Adaptasi terhadap kebijakan baru harus dilakukan tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Itu yang terus kami jaga selama masa transisi perencanaan dan kepemimpinan daerah,” jelasnya. (Ra)




