
LATESBONTANG.COM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Timur (Kutim) memastikan proses pengadaan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) terus berjalan dan tengah memasuki tahap pematangan kajian. Langkah ini menjadi bagian dari upaya peningkatan layanan administrasi kependudukan hingga ke wilayah terpencil di Kutim.
Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, mengatakan, pihaknya berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dan cepat kepada masyarakat desa.
“Kita ingin layanan kependudukan benar-benar menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk saudara-saudara kita yang berada jauh di pelosok,” ujar, Kamis (4/12/2025),
Menurut Jumeah, beberapa faktor teknis kini menjadi fokus utama, seperti kesiapan jaringan listrik maupun internet. Itulah sebabnya pihaknya terus menggandeng instansi pendukung agar unit ADM dapat beroperasi optimal.
“ADM ini harus berjalan dengan dukungan listrik yang stabil dan jaringan yang baik. Tidak bisa tiba-tiba dipasang tanpa kesiapan prasarana,” katanya.
Saat ini Disdukcapil Kutim sudah memiliki empat unit ADM yang dibeli pada 2023. Ia menambahkan, kemungkinan adanya kenaikan harga mesin menjadi salah satu pertimbangan penting dalam perencanaan anggaran.
“Program ini termasuk dalam 50 program unggulan Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati, jadi arahan beliau jelas: pelayanan harus bisa hadir di tengah masyarakat desa,” tegasnya.
Sebagai informasi, proses kajian pengadaan ADM sebelumnya telah dibahas dalam rapat lanjutan di kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kutim pada Kamis, 13 November 2025. Rapat tersebut turut melibatkan Diskominfostaper Kutim, PLN ULP Sangatta, pemerintah desa, serta Disdikbud Kutim sebagai mitra pendukung pelaksanaan layanan ADM.(adv).




