Potretkata.co,BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang memperkuat peran pengawasan dalam pelaksanaan study tour sekolah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai standar. Pengawasan dinilai penting di tengah meningkatnya agenda perpisahan siswa.
Study tour menjadi bagian dari program pendidikan luar kelas. Kegiatan ini menggabungkan unsur pembelajaran dan rekreasi. Siswa mendapatkan pengalaman langsung di lapangan.
Namun, pelaksanaannya tidak lepas dari perhatian publik. Faktor keselamatan dan biaya menjadi sorotan utama. Orang tua berharap kegiatan berjalan aman dan terjangkau.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdul Safa Muha, menegaskan pentingnya fungsi pengawasan. Ia menyebut sekolah harus mematuhi standar yang berlaku.
“Kami akan terus mengingatkan sekolah agar memperhatikan semua aspek, terutama keamanan,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Menurutnya, pengawasan dimulai sejak tahap perencanaan. Sekolah harus menyusun konsep kegiatan secara detail. Termasuk rencana perjalanan dan pendampingan siswa.
Disdikbud juga meminta laporan kegiatan secara transparan. Hal ini untuk memastikan tidak ada penyimpangan. Semua proses harus dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, pihak sekolah diminta berkoordinasi dengan berbagai pihak. Termasuk orang tua dan komite sekolah. Sinergi ini penting untuk kelancaran kegiatan.
Safa menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang study tour. Namun, ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian.
“Kalau istilah larangan itu tidak bisa kami larang ya,” katanya.
Dengan pengawasan yang kuat, diharapkan kegiatan berjalan optimal. Risiko dapat diminimalisasi sejak awal. Tujuan pendidikan tetap tercapai dengan baik.




