Saeful Rizal Dorong Penguatan Layanan TBC untuk Kejar Target Eliminasi 2030
Latestbontang.com,BONTANG – Anggota DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal mendorong penguatan layanan penanggulangan Tuberkulosis (TBC), terutama dalam penemuan kasus, pengobatan, hingga pendampingan pasien agar target eliminasi TBC pada 2030 dapat tercapai.
Menurut Saeful, penanganan TBC membutuhkan layanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat. Upaya menemukan kasus sejak dini juga penting agar pasien dapat segera memperoleh pengobatan sekaligus mencegah penularan di lingkungan sekitar.
Hal tersebut disampaikannya pada Jumat (18/9/2026), menyikapi upaya Dinas Kesehatan Bontang dalam meningkatkan pelayanan penanggulangan TBC.
Ia menilai penurunan jumlah kasus yang ditemukan tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai berkurangnya persoalan TBC. Sebab, masih diperlukan upaya aktif untuk memastikan masyarakat yang terinfeksi dapat ditemukan dan mendapatkan penanganan.
“Yang penting bukan hanya bagaimana angka kasus yang ditemukan menurun, tetapi bagaimana kita memastikan kasus yang ada benar-benar ditemukan dan mendapatkan pengobatan sampai tuntas,” ujarnya.
Saeful mengatakan, penguatan skrining perlu terus dilakukan, terutama terhadap masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi. Menurutnya, semakin cepat kasus ditemukan, semakin besar peluang pasien mendapatkan penanganan sebelum menularkan penyakit kepada orang lain.
Ia juga menekankan pentingnya kualitas pelayanan di tingkat Puskesmas. Kemudahan akses pemeriksaan, informasi yang jelas, ketersediaan pengobatan serta pendampingan selama masa pengobatan menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
“Pelayanan harus membuat masyarakat tidak takut untuk memeriksakan diri. Edukasi juga penting supaya masyarakat memahami bahwa TBC bisa diobati dan pasien perlu mengikuti pengobatan sampai selesai,” katanya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bontang, hingga Agustus 2026 tercatat 441 kasus TBC yang telah ditemukan untuk mendapatkan pengobatan. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan 2025 yang mencapai 1.057 kasus.
Dirinya menilai data tersebut perlu terus dipantau dan dievaluasi agar penurunan kasus yang ditemukan sejalan dengan keberhasilan pengendalian TBC, bukan semata karena masih adanya kasus yang belum terdeteksi.
Ia berharap pemerintah daerah dapat mempertahankan penguatan layanan TBC secara berkelanjutan dengan melibatkan Puskesmas, kader kesehatan, kelurahan dan masyarakat. Dengan layanan yang semakin mudah dijangkau, penemuan kasus dan keberhasilan pengobatan diharapkan dapat terus ditingkatkan.




