14 Murid SD Mencuri, DPRD Bontang Minta Pengawasan dan Pendidikan Karakter Diperkuat
Latestbontang.com,BONTANG – Sebanyak 14 murid Sekolah Dasar (SD) di wilayah Bontang Utara tertangkap mencuri di tiga minimarket. Kejadian ini terungkap pada Selasa (8/9/2026).
Awalnya pihak sekolah menerima laporan dari guru Bimbingan Konseling (BK) perihal perilaku anak muridnya. Setelah itu, Bhabinkamtibmaspun dihubungi guna mencari solusi penindakan.
Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Bontang, Arfian Arsyad, mengatakan bahwa fenomena belasan anak usia sekolah dasar yang nekat melakukan aksi pencurian tidak bisa dianggap sebagai kenakalan remaja biasa.
“Kasus ini merupakan cerminan dari longgarnya sistem pengawasan dan pendidikan karakter di lingkungan terdekat mereka,” katanya, Sabtu (12/9/2026).
Ia menjelaskan, faktor pendorong utama yang membuat para siswa tersebut nekat bertindak nekat adalah pergaulan kelompok (peer group) yang tidak terkontrol serta pengaruh konten media sosial.
Baginya, ketika anak-anak di usia dini kurang mendapatkan pendampingan mengenai nilai moral dasar, mereka menjadi sangat rentan terpengaruh tindakan menyimpang hanya demi kesenangan sesaat atau tuntutan pengakuan dari kawan sebaya.
Oleh sebab itu, dia mendorong agar OPD terkait seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) untuk mengambil tindakan.
“Disdikbud harus segera mengevaluasi dan memperkuat program pendidikan karakter di seluruh sekolah dasar. Sementara DP3AKB perlu turun langsung menemui dan mendapingi anak-anak itu,” ungkapnya.
Arfian menegaskan, tanggung jawab utama pembentukan moral anak sejatinya berada di tangan orang tua. Lingkungan keluarga adalah benteng pertama dalam membina anak, sehingga para orang tua diimbau untuk lebih peka terhadap aktivitas harian.
“Kerja sama yang erat antara pihak sekolah dan orang tua perlu ditingkatkan secara berkala. Karena membangun karakter harus dilakukan secara bersama,” paparnya.
Ia meminta agar sekolah dapat membuat wadah komunikasi yang lebih aktif guna perkembangan perilaku anak di luar rumah dapat terpantau secara konsisten, sehingga potensi penyimpangan dapat dicegah sebelum berhadapan dengan hukum.
Dia berharap, berharap kejadian ini menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh masyarakat dan menjadi titik balik bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperketat sinergi antar lembaga demi keberlangsungan masa depan generasi bangsa.




