TKA 2026 Ungkap Kesenjangan Capaian Antar SD di Bontang, Disdikbud Siapkan Evaluasi Menyeluruh
Latestbontang.co,BONTANG – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kota Bontang tidak hanya menghadirkan daftar sekolah dengan capaian tertinggi. Data tersebut juga memperlihatkan adanya rentang nilai yang cukup lebar antarsekolah, yang menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang.
Berdasarkan data nilai rata-rata gabungan TKA, skor tertinggi diraih SD YPVDP dengan nilai 69,41. Sementara di sisi lain, nilai rata-rata terendah tercatat pada SD Nurul Iman dengan skor 38,13. Selisih lebih dari 30 poin itu dinilai menjadi indikator perlunya evaluasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan di tingkat sekolah dasar.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas capaian akademik siswa masih beragam. Tidak hanya terjadi antara sekolah negeri dan swasta, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti jumlah peserta tes, karakteristik peserta didik, kondisi lingkungan sekolah hingga dukungan proses pembelajaran.
Sekretaris Disdikbud Kota Bontang, Saparuddin, mengatakan hasil TKA tahun ini merupakan pengalaman pertama yang dapat menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah. Menurutnya, data yang tersedia harus dibaca secara komprehensif sebelum menarik kesimpulan.
“Kita tidak ingin mengambil kesimpulan secara instan. Yang jelas ini menjadi bahan evaluasi bersama,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Ia mengakui terdapat kemungkinan bahwa jumlah peserta didik yang relatif sedikit di beberapa sekolah dapat memengaruhi capaian nilai rata-rata. Namun, faktor tersebut tidak bisa dijadikan satu-satunya penjelasan karena masih diperlukan analisis yang lebih mendalam.
Disdikbud berencana melakukan kajian terhadap seluruh hasil TKA yang telah diperoleh sekolah. Evaluasi tidak hanya akan difokuskan pada sekolah dengan capaian rendah, tetapi juga menelaah strategi pembelajaran yang diterapkan sekolah-sekolah dengan hasil terbaik.
Langkah tersebut dinilai penting agar praktik-praktik baik yang terbukti mampu meningkatkan prestasi siswa dapat menjadi referensi bagi sekolah lain.
“Dengan demikian, peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan secara lebih merata di seluruh wilayah Kota Bontang,” katanya.
Selain itu, data TKA juga diharapkan menjadi dasar dalam menyusun berbagai program pembinaan dan pendampingan sekolah pada tahun-tahun mendatang. Pemerintah daerah menargetkan setiap sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan capaian akademik peserta didiknya.
Melalui evaluasi menyeluruh tersebut, Disdikbud berharap hasil TKA tidak sekadar menjadi angka statistik, melainkan menjadi instrumen untuk memetakan kondisi riil pendidikan serta mendorong perbaikan berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan dasar di Kota Bontang.




