Partai Gelora Kaltim Gelar Ideologisasi Dasar, Perkuat Pemahaman Kader Hadapi Tantangan Global

Samarinda — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora Indonesia Kalimantan Timur menggelar Program Kaderisasi Ideologisasi Dasar di Hotel Diamond, Samarinda, Sabtu (6/6). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–17.45 WITA tersebut diikuti oleh 90 peserta yang terdiri atas fungsionaris DPW serta perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora se-Kalimantan Timur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Partai Gelora dalam memperkuat pemahaman ideologi, wawasan kebangsaan, serta kesiapan kader menghadapi berbagai tantangan global, nasional, dan perkembangan zaman yang semakin kompleks.
Acara diawali dengan penampilan tari tradisional Dayak yang dibawakan oleh para siswa SMA Karakter Bangsa. Penampilan tersebut memberikan nuansa khas Kalimantan Timur sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya lokal. Ketua Sanggar Budaya Karakter Bangsa, Bimansyah, yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Kaderisasi Kalimantan Timur, menyampaikan bahwa pelibatan generasi muda dalam pembukaan acara merupakan simbol pentingnya kesinambungan perjuangan dan pembangunan karakter bangsa.
Dalam sambutannya, Ketua DPW Partai Gelora Kalimantan Timur, H. Sarwono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Ia juga memperkenalkan para ketua DPD yang hadir serta menegaskan pentingnya kaderisasi sebagai instrumen utama dalam menjaga kualitas organisasi.
“Kaderisasi bukan sekadar proses transfer pengetahuan, tetapi juga proses pembentukan karakter, cara berpikir, dan kesadaran perjuangan untuk menghadapi tantangan bangsa ke depan,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Pemenangan Teritorial (Pemter) 3 Kalimantan, Riswandi. Dalam suasana yang hangat, sebagian sambutannya disampaikan menggunakan bahasa Banjar sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal dan kedekatan dengan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Hadi Mulyadi, kader Partai Gelora Indonesia yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Timur periode 2018–2023.
Memasuki sesi utama, peserta mendapatkan pengantar ideologisasi yang disampaikan oleh Dr. Jamal L. Yunus, Ketua Bidang Litbang Kaderisasi Partai Gelora Indonesia. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya kader memahami landasan berpikir partai sebagai pijakan dalam bergerak dan berkontribusi bagi masyarakat.
Materi pertama mengenai Krisis Global, Dunia Islam, dan Nasional disampaikan oleh Ketua Koordinator Bidang Kaderisasi Partai Gelora Indonesia, Ahmad Zainuddin. Ia menguraikan berbagai tantangan global yang sedang dihadapi dunia, termasuk dinamika geopolitik, ekonomi, dan posisi dunia Islam di tengah perubahan tatanan global.
Selanjutnya, materi Perang Kognitif di Era Disinformasi disampaikan oleh Hendro Sulistyo, Sekretaris Koordinator Bidang Kaderisasi Partai Gelora Indonesia. Materi tersebut semula dijadwalkan dibawakan oleh Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Teritorial, Ahmad Faradis, yang berhalangan hadir. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bagaimana informasi, media digital, dan persepsi publik kini menjadi arena persaingan yang sangat menentukan dalam kehidupan sosial, politik, dan kebangsaan.
Materi ketiga bertajuk Roadmap Arah Baru Indonesia Menuju Superpower Baru Dunia disampaikan oleh Ketua Koordinator Bidang Keumatan Partai Gelora Indonesia, Ahmad Zairofi. Ia memaparkan pandangan Partai Gelora mengenai peluang Indonesia menjadi kekuatan besar dunia melalui pembangunan sumber daya manusia, penguasaan teknologi, serta penguatan posisi strategis Indonesia di tingkat global.
Sementara itu, Ketua Koordinator Pelaksana Harian Partai Gelora Indonesia, Rofi’ Munawar, menutup rangkaian materi dengan pembahasan mengenai Hakikat Kubro: Amanah Membangun Peradaban. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa perjuangan politik harus ditempatkan sebagai bagian dari ikhtiar yang lebih besar untuk membangun peradaban yang maju, berkeadilan, dan berkemajuan.
Dalam wawancara usai kegiatan, Rofi’ Munawar menyampaikan bahwa kaderisasi merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan organisasi.
“Kader yang kuat bukan hanya memahami organisasi, tetapi juga memahami tantangan zaman dan memiliki visi yang jelas tentang masa depan bangsa. Karena itu, ideologisasi menjadi kebutuhan mendasar agar seluruh kader memiliki arah perjuangan yang sama,” ujarnya.
Salah seorang peserta dari DPD Partai Gelora di Kalimantan Timur mengaku mendapatkan banyak perspektif baru dari materi yang disampaikan.
“Materi tentang perang kognitif dan perubahan geopolitik dunia sangat membuka wawasan kami. Kegiatan ini membuat kami lebih memahami tantangan yang sedang dihadapi bangsa dan bagaimana kader Partai Gelora harus mengambil peran,” katanya.
Kegiatan Ideologisasi Dasar DPW Partai Gelora Kalimantan Timur ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, pemateri, dan tamu undangan sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat kaderisasi serta membangun kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa Indonesia. (*/adv)




