Potretkata.co,BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mendorong kolaborasi semua pihak untuk menekan angka putus sekolah. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen menjaga keberlangsungan pendidikan anak. Keterlibatan masyarakat dinilai sangat penting.
Disdikbud menyebut bahwa persoalan putus sekolah tidak bisa ditangani sendiri. Dibutuhkan peran aktif orang tua, sekolah, dan lingkungan. Kerja sama menjadi kunci utama dalam pencegahan.
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, mengatakan pihaknya terus menguatkan sinergi lintas sektor. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak terkait. Hal ini untuk memastikan setiap anak tetap berada di bangku sekolah.
“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga anak-anak agar tetap bersekolah,” katanya, Minggu (12/4/2026).
Ia menilai kepedulian bersama sangat diperlukan. Pendidikan merupakan tanggung jawab kolektif.
Selain itu, Disdikbud juga menekankan pentingnya komunikasi antara sekolah dan orang tua. Permasalahan siswa harus segera diketahui. Penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Program pencegahan juga dilakukan melalui penguatan sistem pendidikan. Sekolah didorong lebih responsif terhadap kondisi siswa. Pendekatan yang humanis menjadi prioritas.
Disdikbud turut mengoptimalkan peran masyarakat. Lingkungan sekitar diharapkan aktif melaporkan jika ada anak yang tidak bersekolah. Partisipasi publik menjadi bagian penting.
“Kami tidak ingin ada anak yang kehilangan masa depan karena putus sekolah,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen Disdikbud akan terus diperkuat. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pendidikan yang inklusif.
“Semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar. Disdikbud optimistis angka putus sekolah dapat ditekan,” pungkasnya.




