Advertorial

Sahib Minta Distribusi MBG dari SPPG Bontang Utara 2 Dievaluasi

 

Latestbontang.com,BONTANG – Keamanan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian DPRD Bontang setelah sejumlah siswa dan guru SDN 012 Bontang Selatan mengalami mual dan muntah usai menyantap makanan yang disuplai SPPG Bontang Utara 2.

Anggota DPRD Bontang, Muhammad Sahib, meminta distribusi makanan dari SPPG tersebut dievaluasi menyeluruh untuk memastikan penyebab kejadian dapat diketahui dan tidak kembali terjadi.

“Harus ada pemeriksaan agar kita bisa mengetahui penyebab peristiwa keracunan ini bisa terjadi di sekolah itu,” katanya, Kamis (6/8/2026).

Menurut Sahib, pemeriksaan perlu mencakup kondisi makanan, bahan baku, hingga proses pengolahan dan distribusi yang dilakukan oleh SPPG. Langkah tersebut penting untuk memastikan standar keamanan pangan dalam program MBG benar-benar diterapkan.

Ia juga meminta agar selama proses pemeriksaan berlangsung, SPPG terkait tidak kembali menyuplai makanan ke sekolah penerima manfaat. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali dialami siswa.

“Perlu ditelusuri kualitas bahan makanan yang dimiliki oleh SPPG tersebut. Jangan sampai sudah tidak layak tapi masih digunakan,” paparnya.

Sahib mengatakan pemenuhan kebutuhan gizi siswa tetap harus diperhatikan apabila distribusi MBG dari SPPG tersebut dihentikan sementara. Salah satu alternatif yang menurutnya dapat dipertimbangkan adalah pemberian bantuan dalam bentuk uang kepada orang tua siswa selama proses evaluasi berlangsung.

Menurutnya, keberlanjutan program MBG harus berjalan beriringan dengan jaminan keamanan makanan. Jangan sampai program yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak justru menimbulkan persoalan kesehatan bagi penerima manfaat.

Sahib juga menyebut DPRD akan berkoordinasi untuk mempertimbangkan pemeriksaan langsung ke lapangan. Kondisi dapur dan proses pengolahan makanan perlu dilihat untuk memastikan standar yang diterapkan sesuai dengan ketentuan.

Ia berharap seluruh pihak terkait dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh dan mengambil langkah perbaikan berdasarkan hasil pemeriksaan. Keamanan pangan, menurutnya, harus menjadi perhatian utama agar kepercayaan masyarakat terhadap program MBG tetap terjaga.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button