
PENAJAM — Cabang olahraga panahan menjadi kejutan terbesar bagi kontingen Penajam Paser Utara (PPU) pada gelaran POPDA Kalimantan Timur 2025. Hingga hari kelima, para pemanah muda tuan rumah tampil impresif dengan torehan medali jauh di atas target awal.
Dari lima emas yang ditargetkan, panahan PPU justru berhasil membawa pulang tujuh emas, satu perak, dan lima perunggu. Pencapaian ini menempatkan panahan sebagai penyumbang medali terbesar sekaligus penopang utama perolehan medali PPU.
Ketua Perpani PPU, Sayyid Hasan, tak menyembunyikan rasa bangganya atas performa para atlet.
“Prestasi ini benar-benar luar biasa. Target kami hanya lima emas, tapi anak-anak mampu memberikan hasil lebih dari yang direncanakan,” ujarnya.
Hasan menilai capaian tersebut menunjukkan kemampuan atlet panahan PPU bersaing dengan daerah-daerah yang memiliki tradisi kuat di cabang panahan, seperti Samarinda. Menurutnya, latihan yang konsisten dan dukungan penuh dari orang tua menjadi faktor penting di balik keberhasilan ini.
“Latihan intens, disiplin, dan dukungan keluarga sangat berpengaruh pada mental dan teknik atlet. Mereka pantas mendapat apresiasi,” katanya.
Ia berharap prestasi ini tidak hanya menjadi pencapaian sesaat, tetapi menjadi pijakan untuk pembinaan panahan jangka panjang.
“Kami ingin pembinaan tidak berhenti di POPDA. Harapannya, atlet PPU bisa tampil dan berprestasi di tingkat nasional,” tegasnya.
Tambahan medali dari panahan memberi dorongan signifikan bagi peluang PPU memperbaiki posisi di klasemen sementara sebagai tuan rumah POPDA 2025. (adv)




