Potretkata.co, Bontang – Disdikbud Bontang memastikan siswa penyandang disabilitas tetap mendapat akses pendidikan melalui jalur inklusi. Dalam SPMB 2026, jalur ini tetap dibuka dengan sejumlah persyaratan tambahan. Salah satunya adalah tes psikologi.
Kepala Bidang Dikdas, Nuryadi Bachtiar, menjelaskan bahwa calon siswa harus mengikuti tes IQ dan wawancara. Hasil tes ini menjadi dasar penerimaan. Sekolah akan menilai kesiapan siswa.
Calon siswa juga wajib datang bersama orang tua saat pendaftaran. Mereka harus membawa dokumen seperti rapor dan ijazah. Semua akan diverifikasi oleh sekolah.
Sekolah yang menyelenggarakan pendidikan inklusi akan menyesuaikan kapasitas. Tidak semua sekolah memiliki fasilitas tersebut. Namun beberapa SMP negeri sudah siap.
Jika jumlah pendaftar melebihi kuota, maka seleksi akan dilakukan berdasarkan hasil tes. Rekomendasi dari psikolog juga menjadi pertimbangan.
“Ini untuk memastikan siswa mendapat layanan yang sesuai,” katanya, Rabu (8/4/2026).
Nuryadi menegaskan bahwa orang tua juga memiliki peran penting. Jika diperlukan pendamping, maka harus disediakan secara mandiri. Hal ini menjadi bagian dari komitmen bersama.
Sekolah seperti SMP Negeri 6 dan SMP Negeri 7 yang memiliki fasilitas cukup memadai berpotensi menerima siswa inklusi. Namun distribusi tetap diatur. Semua disesuaikan dengan kesiapan sekolah.
Disdikbud berharap kebijakan ini mampu memberikan akses pendidikan yang inklusif. Tidak ada diskriminasi terhadap siswa berkebutuhan khusus. Semua memiliki hak yang sama.
“Pendidikan harus bisa diakses semua anak, tanpa terkecuali,” tutupnya.




