Efisiensi Anggaran Bayangi Polder Tanjung Laut, DPRD Tekankan Fungsi Pengendali Banjir
Latestbontang.com,BONTANG – Pembangunan Polder Tanjung Laut di Kota Bontang menghadapi tantangan di tengah keterbatasan fiskal daerah. Kondisi tersebut membuat sejumlah bagian dari proyek harus dikerjakan secara bertahap, namun DPRD Bontang meminta kondisi itu tidak mengganggu fungsi utama polder sebagai infrastruktur pengendali banjir.
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menegaskan keberadaan Polder Tanjung Laut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mengurangi potensi genangan akibat tingginya debit air hujan.
Hal itu disampaikannya setelah melakukan peninjauan langsung bersama jajaran Komisi C DPRD Kota Bontang ke lokasi pembangunan Polder Tanjung Laut, Senin (10/8/2026).
Menurut Andi Faizal, penyesuaian akibat kondisi anggaran memang tidak dapat dihindari dalam pelaksanaan pembangunan. Namun, pemerintah dan pelaksana proyek harus memastikan bagian-bagian yang berkaitan langsung dengan fungsi polder tetap menjadi prioritas.
“Dampak efisiensi anggaran ini pasti ada. Contohnya untuk jogging track di kawasan polder, tahun ini baru bisa diselesaikan badan jalannya saja. Masih butuh beberapa miliar lagi untuk menuntaskan seluruh kawasan,” ujarnya.
Ia mengatakan fasilitas pendukung seperti jogging track dapat diselesaikan secara bertahap apabila kemampuan anggaran belum mencukupi. Berbeda dengan fungsi utama polder yang menurutnya tidak boleh dikorbankan karena berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.
“Yang paling penting saat ini adalah fungsi utamanya. Polder ini harus betul-betul fungsional untuk mengurai banjir saat debit hujan tinggi, khususnya di wilayah Bontang Selatan,” tegasnya.
Karena itu, DPRD meminta kualitas pekerjaan dan spesifikasi teknis tetap dijaga meskipun terdapat penyesuaian dalam pengerjaan. Pengawasan juga dinilai penting untuk memastikan anggaran yang telah dikeluarkan berbanding dengan manfaat yang diterima masyarakat.
“Jangan sampai anggaran yang sudah dikucurkan tidak terasa manfaatnya oleh warga,” katanya.
Di sisi lain, kontraktor pelaksana melaporkan progres fisik pembangunan Polder Tanjung Laut telah mencapai sekitar 22 persen. Pekerjaan utama ditargetkan terus dikebut hingga Desember mendatang.
Pekerjaan yang tengah berjalan mencakup sejumlah bagian utama dan pendukung kawasan polder, di antaranya penataan drainase serta jalan keliling. Pelaksana menyatakan tetap berkomitmen mengejar target penyelesaian sesuai rencana.
“Saat ini progres pengerjaan fisik secara keseluruhan sudah mencapai 22 persen. Kami berkomitmen mengejar target penuntasan pekerjaan utama sampai Desember mendatang, termasuk menyelesaikan penataan drainase, jalan keliling, dan sarana penunjang lainnya agar polder ini berfungsi maksimal,” ungkap perwakilan kontraktor.
Dengan kondisi fiskal yang masih menjadi tantangan, DPRD berharap pembangunan Polder Tanjung Laut tetap diarahkan pada capaian paling mendasar, yakni memastikan sistem pengendalian air dapat bekerja secara optimal. Sementara fasilitas pelengkap yang tidak berkaitan langsung dengan fungsi pengendalian banjir dapat disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. (Rae)




