Latestbontang.com,BONTANG – Warga yang mengalami pelayanan tidak sesuai standar di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang kini berhak memperoleh kompensasi. Salah satu bentuknya ialah prioritas pelayanan pada kunjungan berikutnya maupun souvenir sebagai bentuk tanggung jawab instansi.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menjelaskan inovasi tersebut diterapkan sebagai jaminan bahwa masyarakat tetap mendapatkan haknya ketika pelayanan belum berjalan sesuai ketentuan.
Menurutnya, standar pelayanan yang telah ditetapkan harus dipenuhi oleh seluruh petugas. Apabila terjadi keterlambatan ataupun pelayanan yang tidak sesuai prosedur, masyarakat tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga memperoleh kompensasi yang telah ditentukan.
“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa pelayanan memiliki standar yang harus dipenuhi. Jika belum terpenuhi, kami memiliki mekanisme pertanggungjawaban,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).
Ia menerangkan, kompensasi diberikan berdasarkan jenis pelayanan yang diterima masyarakat. Untuk antrean lebih dari 10 menit tanpa informasi dari petugas, pemohon akan menerima permintaan maaf serta minuman. Sementara keterlambatan penyelesaian layanan dapat diganti dengan souvenir ataupun prioritas pelayanan pada kesempatan berikutnya.
Menurut Aspiannur, keberadaan standar pelayanan yang disertai mekanisme kompensasi juga memberikan kepastian hak bagi masyarakat sebagai pengguna layanan. Di sisi lain, kebijakan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh aparatur agar senantiasa bekerja secara profesional, disiplin, dan mengedepankan kualitas pelayanan sehingga setiap pemohon dapat memperoleh layanan yang optimal sejak datang hingga seluruh proses administrasi selesai.
Aspiannur berharap inovasi tersebut mampu meningkatkan disiplin aparatur sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat saat mengurus berbagai perizinan maupun layanan administrasi di DPMPTSP.
“Harapan kami sederhana, masyarakat merasa dilayani dengan baik dan kepercayaan terhadap pelayanan pemerintah terus meningkat,” tutupnya. (Ra)




