Site icon Latest Bontang

Disdikbud Kutim Mantapkan Ekosistem Literasi dan Sekolah Digital

SANGATTA – Transformasi mutu pendidikan di Kutai Timur (Kutim) terus digenjot melalui penguatan budaya literasi dan digitalisasi sekolah. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, SSTP, M.Si saat memberikan sambutan pada puncak Festival Literasi Daerah Kutim 2025, Senin (08/12/2025) di Ruang Akasia, Bukit Pelangi.

Mulyono menyampaikan bahwa kegiatan penguatan literasi yang telah berjalan selama dua bulan di seluruh wilayah Kutim mendapatkan dukungan penuh dari Bupati, Wakil Bupati, serta seluruh jajaran pemerintah daerah. Dukungan tersebut menurutnya sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pendidikan, baik dari sisi intelektual, mental, hingga kreativitas siswa.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah daerah. Ini sangat membantu mengakselerasi berbagai program pendidikan, terutama yang menyentuh pembelajaran secara langsung pada peserta didik,” ujar Mulyono.

Sebagai upaya memperkuat ekosistem literasi digital, Disdikbud Kutim telah menyiapkan 35 sekolah untuk menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) dari jenjang kelas 3 SD hingga SMP. Selain itu, Kutim juga telah memiliki lebih dari 50 tutor Google Level 4 yang siap diberdayakan tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional.

“Kami juga akan meluncurkan bahan ajar digital untuk jenjang kelas 2 SD dan PAUD pada tanggal 11 mendatang. Materinya dapat digunakan baik secara online maupun offline agar seluruh siswa bisa mengaksesnya,” jelasnya.

Tak hanya itu, peningkatan infrastruktur konektivitas juga terus dilakukan. Sepanjang 2024, 141 sekolah di Kutim telah terpasang Starlink, sehingga akses internet semakin merata hingga wilayah pelosok.

“Ini menjadi solusi dalam pemerataan kualitas pembelajaran,” tambah Mulyono.

Mulyono mengapresiasi antusias luar biasa dari sekolah-sekolah yang terlibat. Pada tahun pertama penyelenggaraan program literasi ini, minat dan produktivitas siswa meningkat signifikan. Bahkan, karya-karya terbaik mereka direncanakan tampil dalam ajang literasi tingkat nasional pada Mei 2026.

Sementara itu, Bupati Kutim Drs. H. Ardiansyah Sulaiman., M.Si yang sekaligus membuka festival menyatakan bahwa perkembangan literasi siswa Kutim merupakan sinyal positif dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Menurut Ardiansyah, literasi tidak hanya bermakna membaca dan menulis, tetapi berhubungan langsung dengan kesiapan generasi dalam menghadapi dinamika global—termasuk bidang digital dan ekonomi.

“Dorongan kemajuan itu ada pada generasi sekarang. Tugas kita memberi ruang agar literasi terus tumbuh sebagai indikator bangsa yang maju,” tegasnya.

Ardiansyah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru, para pegiat literasi, serta Bunda Literasi Kutim yang telah aktif membina dan menguatkan budaya literasi di sekolah.

“Semoga kegiatan ini menjadi barometer kemajuan generasi kita di masa depan. Terima kasih kepada semua pihak yang terus mendampingi perkembangan literasi di Kutim,” tutup Bupati.(adv).

Exit mobile version