SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat fondasi pendidikan daerah melalui penguatan budaya literasi. Hal tersebut kembali ditegaskan Bupati Kutim, Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si., saat membuka Festival Literasi Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2025 di Ruang Akasia, Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Senin (8/12/2025).
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim ini dihadiri ratusan guru, kepala sekolah, pelajar serta stakeholder pendidikan dari seluruh wilayah Kutim. Sejumlah pejabat penting turut hadir, termasuk Ketua TP PKK Kutim Ir. Hj. Siti Robiah Ardiansyah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Noviari Noor, Kadisdikbud Mulyono, SSTP, M.Si., hingga perwakilan TNI-Polri dan Penggerak Literasi Nasional.
Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa literasi merupakan indikator utama kemajuan bangsa. Oleh karena itu, dukungan Pemkab Kutim terhadap pengembangan literasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari baca tulis, literasi digital, hingga literasi ekonomi.
“Perkembangan literasi di Kutim menjadi tanda positif dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Kita harus memberikan ruang bagi anak-anak kita untuk tumbuh sebagai generasi literat yang siap menghadapi masa depan,” tegas Bupati.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pendidik yang menjadi garda terdepan dalam memajukan kemampuan baca-tulis dan kreativitas pelajar Kutim.
“Terima kasih kepada seluruh guru dan pihak yang menanamkan modal utama bagi anak-anak kita. Semoga gerakan literasi ini menjadi barometer kemajuan generasi Kutim di masa mendatang,” tambahnya.
Dalam festival perdana ini, Disdikbud bekerja sama dengan Nyalanesia, startup nasional pengembang program literasi sekolah terpadu. Hasilnya cukup membanggakan: 93 buku tunggal karya sekolah 42 buku kolaborasi pelajar, 168 sekolah aktif dalam gerakan literasi, dan 187 website literasi sekolah siap kelola.
Capaian tersebut, menurut Advisor Nyalanesia Imam Subchan, menjadi “nafas baru pendidikan literasi Kutim” dan pondasi untuk meraih Rekor MURI Pendidikan pada tahun 2026.
Selain itu, sebanyak 35 sekolah menjadi kandidat Sekolah Rujukan Google, dengan dukungan 141 titik Starlink untuk pemerataan akses belajar digital.
Festival ini juga menjadi panggung bagi pelajar dalam seni berbahasa, seperti lomba puisi tingkat SD, SMP, dan TLS dengan para juara dari Kongbeng, Bengalon, Telen, Sangatta Utara, hingga Sangatta Selatan.
Pemkab Kutim turut memberikan penghargaan kepada penggerak literasi:
Bupati Kutai Timur — Tokoh Penggerak Literasi Nasional 2025
– Ketua TP PKK Kutim — Tokoh – Penggerak Literasi Kutim 2025
– Kadisdikbud — Mitra Penyelenggara Program Literasi 2025
Rangkaian acara semakin meriah dengan penampilan tari dan puisi dari pelajar berbagai sekolah. Gerakan literasi Kutim diproyeksikan terus berlanjut dan diperkuat setiap tahun sebagai strategi mencetak SDM unggul sesuai visi pembangunan daerah.
Festival Literasi Daerah Kutim 2025 selesai pukul 11.30 Wita dalam suasana aman, tertib, dan penuh antusiasme.(adv)

