
Latestbontang.com,BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang mengikuti rapat pembahasan Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) Provinsi Kalimantan Timur secara virtual melalui Zoom, Kamis (16/7/2026). Dalam forum tersebut, DPMPTSP memaparkan sejumlah potensi investasi unggulan yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Jabatan Fungsional Ahli Madya Analis Kebijakan Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kota Bontang, Karel, mengatakan pihaknya menyampaikan berbagai peluang investasi yang dimiliki Bontang sebagai bahan masukan dalam penyusunan RUPM Provinsi Kalimantan Timur.
“Kami menyampaikan potensi kawasan peruntukan industri di Bontang Lestari yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai pusat investasi,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Selain kawasan industri, DPMPTSP juga memaparkan prospek industri turunan yang dapat berkembang seiring beroperasinya Pabrik Soda Ash milik PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Menurut Karel, keberadaan industri tersebut akan membuka peluang investasi baru di sektor hilir.
Tak hanya itu, pihaknya turut mempresentasikan rencana pembangunan pelabuhan sebagai pendukung aktivitas industri serta potensi pengembangan industri turunan kelapa sawit yang dinilai memiliki prospek cukup besar.
Karel menjelaskan, industri soda ash berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di Kota Bontang. Pasalnya, produk tersebut merupakan bahan baku penting bagi industri kaca, detergen, sabun, dan berbagai sektor manufaktur lainnya di Indonesia.
“Keberadaan pabrik ini akan memicu efek domino positif dengan menarik minat investor sektor hilir untuk membangun industri turunannya di Bontang,” jelasnya.
Sementara itu, pada sektor kelapa sawit, DPMPTSP melihat peluang pengolahan crude palm oil (CPO) menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti minyak goreng, margarin, kosmetik, hingga bahan bakar nabati atau biodiesel.
Ia menilai, potensi tersebut akan semakin kuat apabila didukung infrastruktur yang memadai, termasuk pembangunan pelabuhan yang representatif untuk menunjang distribusi bahan baku maupun hasil produksi.
Karel berharap pemaparan yang disampaikan DPMPTSP Kota Bontang dapat menjadi referensi dalam penyusunan RUPM Provinsi Kalimantan Timur. Di sisi lain, pihaknya juga mengharapkan masukan dari pemerintah provinsi agar pengembangan investasi di Kota Bontang dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. (Ra)




