Polemik Penolakan Indomaret di Telihan Jadi Pengingat Pentingnya Investasi yang Berpihak kepada Masyarakat
Latestbontang.com,BONTANG – Penolakan warga terhadap rencana pembangunan gerai Indomaret di Kelurahan Gunung Telihan menjadi perhatian berbagai pihak. Menyikapi polemik tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, mengingatkan bahwa setiap investasi yang masuk harus mampu memberikan manfaat tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat sekitar.
Menurutnya, Kota Bontang tetap membuka ruang bagi investor untuk menanamkan modal. Namun, setiap pelaku usaha juga harus memperhatikan kondisi sosial dan ekonomi di lokasi yang akan menjadi tempat usahanya.
Ia menilai, pemilihan lokasi usaha menjadi salah satu faktor penting agar kehadiran investasi tidak memicu penolakan maupun berdampak terhadap pelaku usaha kecil yang telah lebih dulu beroperasi.
“Setiap usaha yang masuk perlu memperhitungkan titik lokasi pembangunan agar tidak mematikan UMKM dan mata pencaharian warga,” ujarnya, Sabtu (4/7/2026).
Di sisi lain, ia menjelaskan bahwa DPMPTSP memiliki tugas memberikan pelayanan dan pendampingan dalam proses pengurusan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara dinamika yang muncul di tengah masyarakat menjadi kewenangan instansi terkait untuk ditindaklanjuti.
Aspiannur berharap polemik pembangunan Indomaret di Gunung Telihan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik antara masyarakat, investor, dan pemerintah daerah.
Menurutnya, penyelesaian secara musyawarah akan memberikan kepastian bagi semua pihak, sekaligus menjaga iklim investasi di Kota Bontang tetap kondusif.
Ia menegaskan bahwa pembangunan dan investasi perlu berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap kepentingan masyarakat serta keberlangsungan UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
Dengan demikian, setiap investasi yang masuk ke Bontang tidak hanya memenuhi aspek administrasi, tetapi juga mampu menciptakan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat di lingkungan sekitarnya. (Ra)




