Latestbontang.com,BONTANG – Selama bertahun-tahun Kota Bontang dikenal sebagai daerah penghasil amonia dan urea berskala nasional. Namun ke depan, pemerintah daerah ingin peran tersebut berkembang lebih jauh, yakni menjadi kawasan yang juga menghasilkan berbagai produk turunan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Transformasi tersebut dinilai penting agar manfaat industri tidak berhenti pada produksi bahan baku semata. Melalui pengembangan sektor hilir, peluang investasi baru diperkirakan akan semakin luas sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah.
Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan ketersediaan bahan baku dalam jumlah besar merupakan modal yang tidak dimiliki semua daerah. Kondisi itu harus dimanfaatkan untuk menghadirkan industri lanjutan yang mampu memberikan nilai tambah.
“Sudah saatnya Bontang tidak hanya dikenal sebagai produsen bahan baku. Potensi yang kita miliki memungkinkan lahirnya industri lanjutan sehingga nilai ekonominya dapat dinikmati lebih besar di daerah,” terangnya, Sabtu (6/6/2026).
Ia menjelaskan, produksi amonia sekitar 1,85 juta ton per tahun serta urea sekitar 2,98 juta ton per tahun menjadi fondasi yang sangat kuat untuk mengembangkan berbagai sektor petrokimia.
Produk-produk seperti ammonium nitrat, fatty acid hingga biodiesel dinilai memiliki prospek pasar yang menjanjikan. Kehadiran industri tersebut juga akan memperluas kebutuhan tenaga kerja sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi sektor pendukung.
“Semakin banyak proses produksi yang dilakukan di Bontang, semakin besar pula manfaat ekonomi yang tinggal di daerah. Itu yang ingin kita capai melalui pengembangan industri hilir,” tuturnya.
Ia menambahkan, DPMPTSP terus melakukan promosi investasi kepada calon investor dengan menonjolkan keunggulan Bontang sebagai kawasan yang telah memiliki ekosistem industri, bahan baku, dan pengalaman panjang di sektor petrokimia.
Melalui strategi tersebut, pemerintah berharap Bontang mampu meningkatkan daya saingnya sebagai kawasan industri modern yang tidak hanya memproduksi bahan dasar, tetapi juga menjadi pusat pengembangan produk-produk kimia bernilai tambah tinggi. (Ra)




