Latestbontang.com, BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menetapkan rehabilitasi fasilitas toilet sebagai program prioritas pada tahun 2026. Sebanyak 20 sekolah negeri menjadi sasaran perbaikan guna meningkatkan kualitas lingkungan belajar sekaligus menjaga kesehatan siswa.
Hal ini diambil sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap fasilitas dasar di sekolah yang dinilai memiliki peran penting dalam menunjang proses pendidikan. Lingkungan sekolah yang bersih dan sehat diyakini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi siswa.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Bontang, Nuryadi Bachtiar, menegaskan bahwa perbaikan toilet bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya preventif dalam menjaga kesehatan siswa di lingkungan sekolah.
“Toilet yang layak itu penting untuk kesehatan siswa, ini kebutuhan dasar yang tidak bisa diabaikan,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, kondisi sanitasi yang kurang memadai berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari penyebaran penyakit hingga menurunnya kenyamanan siswa saat berada di sekolah. Oleh karena itu, perbaikan fasilitas ini menjadi salah satu fokus utama dalam program Disdikbud tahun ini.
Selain berdampak pada kesehatan, keberadaan fasilitas yang bersih dan layak juga dinilai mampu mendorong perubahan perilaku siswa dalam menjaga kebersihan. Nuryadi menyebut, lingkungan yang baik akan membentuk kebiasaan positif secara perlahan.
“Kalau fasilitasnya bersih dan terawat, siswa juga akan terbiasa untuk menjaga kebersihan. Ini bagian dari pendidikan karakter,” jelasnya.
Adapun sekolah yang menjadi sasaran program ini meliputi SDN 001 Bontang Barat hingga SDN 013 Bontang Selatan, serta SMPN 1 hingga SMPN 9 Bontang. Penentuan sekolah dilakukan berdasarkan hasil pendataan terhadap kondisi fasilitas sanitasi yang membutuhkan perbaikan.
Disdikbud memastikan bahwa pelaksanaan rehabilitasi akan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Dengan demikian, hasil yang dicapai diharapkan lebih optimal dan tepat sasaran.
Lebih lanjut, Nuryadi menyampaikan bahwa peningkatan fasilitas dasar seperti toilet merupakan bagian dari strategi besar dalam membangun kualitas pendidikan secara menyeluruh. Menurutnya, aspek kenyamanan dan kesehatan tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan proses belajar mengajar.
“Pendidikan itu tidak hanya soal akademik, tetapi juga bagaimana menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal,” ungkapnya.
Melalui program ini, Disdikbud Bontang berharap kualitas lingkungan sekolah dapat meningkat secara signifikan. Dengan fasilitas yang lebih baik, siswa diharapkan dapat belajar dengan lebih nyaman, sehat, dan produktif.
“Kami optimistis program ini akan memberikan dampak positif. Harapannya, sekolah menjadi tempat yang benar-benar aman, bersih, dan mendukung proses belajar siswa,” tutupnya.

