Site icon Latest Bontang

Kucurkan Rp400 Juta, Disdikbud Bontang Dukung Delapan Sekolah Swasta

Suasana pembelajaran program Ummi di SMPN 2 Bontang

Latestbontang.com, BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 juta untuk mendukung delapan sekolah swasta melalui program hibah tahun 2026. Bantuan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh, termasuk di lingkungan sekolah non-negeri.

Delapan sekolah swasta yang menerima hibah tersebut yakni SD Muhammadiyah, SD 1 YPK, SD Darul Ulum, SD Islam Nurul Fatah, SMP YPPI, SMP Muhammadiyah 1, SMP Islam Ar-Riyadh, serta Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang. Masing-masing sekolah mendapatkan alokasi bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan prioritas yang telah diajukan sebelumnya.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Bontang, Nuryadi Bachtiar, menjelaskan bahwa pengalokasian anggaran ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan di sekolah swasta. Menurutnya, sekolah swasta memiliki peran penting dalam mendukung daya tampung dan pemerataan akses pendidikan di Kota Bontang.

“Kami ingin memastikan bahwa sekolah swasta juga mendapatkan dukungan yang layak. Karena bagaimanapun, mereka juga berkontribusi besar dalam dunia pendidikan,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Ia bilang, penyaluran bantuan melalui skema hibah menjadi solusi yang dapat ditempuh pemerintah daerah dalam membantu sekolah swasta, mengingat adanya perbedaan mekanisme pengelolaan anggaran antara sekolah negeri dan swasta.

“Kalau sekolah swasta, prosesnya memang berbeda. Harus melalui hibah dan pengajuannya dilakukan minimal satu tahun sebelumnya agar bisa masuk dalam perencanaan anggaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nuryadi menegaskan bahwa penggunaan dana hibah tersebut diarahkan untuk kebutuhan prioritas, terutama perbaikan fasilitas dasar yang masih memerlukan perhatian, seperti sarana sanitasi dan infrastruktur pendukung kegiatan belajar mengajar.

“Kami memberikan arahan agar dana ini benar-benar digunakan untuk hal yang mendesak dan berdampak langsung bagi siswa, seperti perbaikan toilet, ruang belajar, atau fasilitas penunjang lainnya,” katanya.

Menurutnya, perbaikan fasilitas menjadi aspek penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan sehat. Dengan kondisi sarana yang memadai, proses pembelajaran diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa.

Selain itu, program hibah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan sekolah swasta. Disdikbud Bontang menilai kolaborasi yang baik akan mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Kolaborasi ini penting. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga dukungan terhadap sekolah swasta menjadi bagian dari strategi pembangunan pendidikan secara menyeluruh,” tutupnya.

Exit mobile version