AdvertorialDisdik PPU

PPU Siapkan Langkah Terpadu Atasi 1.401 Anak Tidak Bersekolah, Disdikpora Perkuat Koordinasi Lintas Instansi

PENAJAM — Persoalan pendidikan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih menghadapi tantangan besar. Berdasarkan data terbaru dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), terdapat 1.401 anak di empat kecamatan yang masuk kategori Anak Tidak Sekolah (ATS).

Kabid PAUD dan PNF Disdikpora PPU, Durajat, menjelaskan bahwa sebagian besar anak berhenti sekolah karena tekanan ekonomi keluarga.

“Sebetulnya banyak yang masih ingin melanjutkan pendidikan, tetapi kondisi ekonomi memaksa mereka berhenti atau bekerja membantu orang tua,” ungkapnya, Sabtu (22/11/2025).

Ia menambahkan, beberapa kasus juga dipicu persoalan sosial, termasuk kehamilan pra-nikah. Ada pula anak yang pernah mencoba mengikuti program kesetaraan di PKBM, meski Durajat tetap menekankan bahwa jalur pendidikan formal merupakan pilihan ideal untuk penyelesaian pendidikan jangka panjang.

“Program paket memang menjadi solusi alternatif, namun pendidikan formal tetap yang terbaik,” ujarnya.

Untuk memperkuat penanganan, pemerintah daerah telah membentuk Tim Khusus Penanganan ATS melalui surat keputusan resmi. Tim tersebut beranggotakan unsur Disdikpora, Dukcapil, Dinsos, BPS, Bappelitbang, hingga DPMD.

“Setiap instansi membawa mandat masing-masing. Kami sudah membawa data ATS dan menyatukan langkah melalui koordinasi lintas sektor agar penanganan lebih efektif,” jelas Durajat.

Ia berharap kerja bersama tersebut mampu menekan angka ATS secara signifikan.

“Harapan kami, semua anak di PPU mendapatkan kesempatan belajar tanpa terkecuali,” tegasnya. (adv)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button