Pemkab Kukar Gelar Gerakan Pangan Murah Tekan Lonjakan Harga Beras

Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Tenggarong, Kamis (28/8/2025).
Kegiatan ini menjadi pelaksanaan GPM ketiga sepanjang Agustus, setelah sebelumnya digelar pada 13–14 Agustus bekerja sama dengan Polres Kukar, serta pada 19–22 Agustus dalam rangka peringatan HUT ke-80 RI.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, mengatakan bahwa GPM kali ini digelar untuk menekan gejolak harga beras yang cenderung naik menjelang musim panen gadu.
“Sekarang harga beras di pasar ada yang tembus Rp16 ribu sampai Rp19 ribu per kilogram. Jadi pemerintah mencoba hadir membantu masyarakat melalui GPM,” jelasnya.
Menurut dia, stok beras yang disiapkan masih sangat aman. “Beras SPHP di gudang Bulog jumlahnya luar biasa, tersedia sangat aman. Kalau memang diperlukan, kita bisa dropping lagi sesuai kebutuhan. Waktu GPM bersama Polres kemarin, dua hari saja sampai 21 ton beras habis,” ungkapnya.
Dia menambahkan, dalam kegiatan ini, beras SPHP dijual seharga Rp11.700 per kilogram, sesuai harga gudang Bulog dengan ongkos angkut yang telah disubsidi Pemkab Kukar.
Adapun, selain beras, GPM juga menyediakan bawang merah, bawang putih, hingga tabung gas 3 kilogram seharga Rp19 ribu. Produk lokal dari kelompok wanita tani (KWT) dan KTNA juga dijual langsung tanpa perantara, sehingga lebih murah dari harga pasar.
“Harga bawang merah di pasar sekarang di atas Rp50 ribu per kilogram. Di GPM, kita subsidi Rp5 ribu lewat perusda, jadi harganya lebih terjangkau,” tambahnya.
Ananias mengatakan, sedikitnya 30 stand disiapkan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Bulog, Pertamina, ritel modern seperti Alfamidi dan Eramart, hingga kelompok tani dan nelayan.
“Semua stakeholder di tim TIPID terlibat, termasuk dinas-dinas terkait, agar masyarakat bisa benar-benar terbantu,” jelasnya.
Dia berharap keberadaan GPM dapat menjadi solusi jangka pendek untuk menstabilkan harga pangan sekaligus membantu daya beli masyarakat.
“Intinya, ketika stok beras menipis dan harga mahal, pemerintah hadir memberikan beras SPHP dengan kualitas premium dan harga terjangkau. Mudah-mudahan masyarakat bisa terbantu,” pungkasnya. (Adv)