Latestbontang.com,BONTANG – Panitia Khusus RTRW DPRD Bontang memberi perhatian khusus terhadap kejelasan zonasi fasilitas publik dan kawasan perdagangan dalam revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Wakil Ketua Pansus RTRW DPRD Bontang, Muhammad Sahib, menyebut pihaknya menemukan sejumlah kawasan yang perlu mendapat penegasan dalam pemetaan, termasuk area perdagangan dan fasilitas pelayanan masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kawasan Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) yang menurut pansus perlu tergambar secara jelas dalam dokumen tata ruang sebagai kawasan perdagangan.
Selain itu, pansus juga mencermati rencana pengembangan RSUD Taman Husada Bontang yang harus disesuaikan dengan peruntukan ruang dalam RTRW agar tidak menimbulkan persoalan saat pembangunan dilakukan.
“Kami ingin seluruh fasilitas publik dan kawasan strategis memiliki kepastian zonasi. Dengan begitu, program pembangunan ke depan dapat berjalan tanpa terkendala persoalan tata ruang,” kata dia, Selasa (16/6/2026).
Ia menjelaskan, kawasan perdagangan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, keberadaannya harus tercermin secara jelas dalam peta tata ruang agar memperoleh kepastian hukum dan arah pengembangan yang tepat.
Sementara itu, fasilitas publik seperti rumah sakit juga membutuhkan dukungan tata ruang yang sesuai untuk mengakomodasi kebutuhan pengembangan layanan kepada masyarakat. Ketidaksesuaian zonasi dapat menghambat pelaksanaan program pembangunan yang telah direncanakan.
Menurut Sahib, pansus ingin memastikan seluruh aset dan fasilitas strategis milik pemerintah memiliki ruang pengembangan yang memadai dalam RTRW.
“Hal itu diperlukan agar pembangunan pelayanan publik tidak terbentur masalah administrasi tata ruang di kemudian hari,” terangnya.
Melalui pembahasan yang lebih rinci, DPRD berharap revisi RTRW dapat menghasilkan dokumen yang mampu mengakomodasi kebutuhan ekonomi, sosial, dan pelayanan publik secara seimbang sehingga pembangunan Kota Bontang dapat berlangsung lebih terarah.




